Program Inovasi Telaga Antik Diluncurkan

SUASANA: Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Domain dan Website Desa Tahun 2022 di D'Garden Hall Resto Purwokerto, Kamis (25/08). (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURWOKERTO, Joglo Jateng – Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono me-launching inovasi “Telaga Antik” (Terwujudnya Literasi Warga dengan Jurnalistik) yang diinisiasi oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Purwokerto Utara, Ani Widosari. Peluncuran tersebut diselenggarakan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pemanfaatan Domain dan Website Desa Tahun 2022 di D’Garden Hall Resto Purwokerto, Kamis (25/08).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas, Yayah Setiyono mengatakan, peserta rapat koordinasi ini sebanyak 100 orang yang berasal dari perwakilan unsur organisasi perangkat daerah (OPD) kecamatan dan desa. “Tujuan rapat ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta dalam memahami fungsi domain website desa dan kecamatan, serta tersosialisasinya inovasi ‘Telaga Antik’,” ujarnya, Kamis (25/8).

Di sisi lain, Wakil Bupati Sadewo menyebutkan, inovasi Telaga Antik dapat menjadi sarana yang efektif guna memperkuat komitmen dan memperteguh tekad untuk meningkatkan digitalisasi pelayanan informasi di wilayah Kabupaten Banyumas.

“Saya mengajak seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Banyumas untuk berpartisipasi dan mendukung optimalisasi pemanfaatan fasilitas digital yang telah disediakan. Teman-teman OPD saya minta memfungsikan dan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah dibuat untuk kepentingan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ani Widosari menjelaskan bahwa inovasi dibuat untuk mempermudah pelaksana kegiatan dalam mendokumentasikan dan memberikan informasi secara cepat, tentang kegiatan yang dilaksanakan melalui data dan foto. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui secara cepat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh OPD.

“Dengan begitu, informasi akan menjadi cepat, transparan, dan tidak ada yang ditutup tutupi. Sehingga secara tidak langsung membangun literasi masyarakat karena kebiasaan membaca,” katanya.

Ani juga memastikan bahwa menulis itu tidak sulit. Dengan kebiasaan yang akan dilakukan juga akan menghindari berita-berita hoax. Ani menambahkan, pihaknya menggandeng relawan yang berasal dari akademisi, PWI, wartawan, dan pegiat literasi lainnya untuk membantu menyukseskan inovasi tersebut. (hms/abd)