PEMALANG, Joglo Jateng – Mendengar banyak petani nanas madu merugi besar, Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat akan tekankan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat memberdayakan mereka. Dengan begitu, harapannya para petani nanas madu tidak kebingungan untuk menjual hasil panen mereka.
Plt Bupati Pemalang mengungkapkan, sebelumnya pernah mendengar keluhan dari petani nanas madu yang kesulitan menjual hasil panennya saat musim panen raya. Padahal buah ini merupakan maskot Kabupaten Pemalang yang seharusnya dapat lebih dikelola dengan baik.
“Saya sebelumnya itu pernah ngobrol dengan petani dan keluhan mereka memang sulit menjual hasil panen saat musim panen raya. Bahkan beberapa diantara mereka sengaja tidak memanen nanas walaupun sudah masak. Sebab harga dipasaran sangat murah dan tidak menutup biaya tanam,” ucapnya.
Dari hal itu, dirinya menekankan BUMD agar dapat lebih bisa mengelola dan memberdayakan para petani nanas madu. Dengan memberikan pelatihan pengelolaan nanas madu menjadi makanan ataupun minuman yang dapat meningkatkan nilai jualnya.
“Harusnya BUMD itu bisa menampung produksi nanas madu ini, berdayakan mereka berikan pelatihan dan bila perlu modal usaha. Dengan begitu mereka akan lebih berdaya dan tidak kebingungan menjual hasil panen,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Mansur juga mengimbau kepada pengelola BUMD untuk lebih melihat potensi yang ada di daerah. Tidak malah membuat usaha yang tidak melibatkan masyarakat ataupun hal lain yang tidak jelas.
“Tolonglah ini untuk membangun Pemalang, jangan buat usaha-usaha yang tidak jelas. Lihat potensi seperti nanas ini lalu jalankan dan sekali lagi berdayakan mereka, tidak harus besar seperti dibuat menjadi minuman lalu pasarkan itu. Jadikan itu produk andalan untuk bisa menambah PAD Pemalang,” tegasnya. (fan/fat)










