PEMALANG, Joglo Jateng – Cegah praktek politik uang saat pemilihan kepala desa (Pilkades), warga Desa Kertosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang rela bergotong-royong biayai calon kepala desa (kades) untuk mengurangi biaya politik. Bukan hanya uang, tapi juga beberapa warga menyumbangkan gula, teh dan kopi untuk calon kades.
Khairi Rohman salah satu warga Desa Kertosari mengungkapkan, apa yang dilakukannya bersama warga lain, lantaran melihat pidato Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat. Di mana Plt Bupati ingin jalannya pilkades tidak membebani para calon kades.
“Kami inisiatif gotong-royong bareng ini untuk mengurangi beban calon kades dari anjuran Pak Mansur. Bukan uang saja tapi gula, teh dan kopi kita berikan untuk mereka calon yang kami dukung,” terangnya.
Dengan bantuan itu, harapannya biaya politik dapat ditekan. Sehingga praktik politik uang tidak terjadi. Sebab sering kali ketika ada politik uang yang terlalu gemuk, maka potensi korupsi semakin besar.
“Kalau kita gotong royong, kan biaya politik jadi murah. Terus juga si calon tidak punya beban untuk mengembalikan uang. Jadi, mereka bisa kerja dengan lebih fokus untuk mensejahterakan warga desa,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu calon kades di Desa Kertosari Supriyanto mengaku terharu akan kepedulian warga untuk bergotong-royong membantunya. Maka dari itu, harapannya gotong-royong ini dapat terus dilakukan, terutama dalam mendukung pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat desa Kertosari.
“Saya terharu betul, apalagi tadi saat pengundian nomor urut, semua datang dan saya tidak memberikan biaya apapun. Mereka secara ikhlas mendukung saya dan saya juga ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, calon kades yang akan maju dalam Pilkades Kertosari, ada 3 (tiga) orang. Ketiga calon yaitu, Supriyanto, Nur Janah dan Abdul Hamid. (fan/all)










