Lahirkan Kades Termuda pada Pilkades 2022

Kades Terpilih Desa Warungpring, Kabupaten Pemalang, M. Kharis Munawir. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 11 Desa di Kabupaten Pemalang yang digelar pada, 9 Oktober lalu, mencatatkan sejarah terpilihnya kepala desa (Kades) termuda. Terpilihnya M. Kharis Munawir (25) sebagai Kades termuda pada kontestasi tersebut, berawal dari semangatnya membangun desa, sehingga ia berjuang untuk menjadi Kades Warungpring.

Kharis menjelaskan, bahwa pada Juni 2022 lalu, dirinya baru menginjak umur 25 tahun sesuai dengan KTP yang dimilikinya. Dari itulah dirinya menjadi satu-satunya kontestan Pilkades serentak 2022 termuda, dan menjadi Kades Warungpring masa jabatan 2022-2027 mendatang.

“Betul saya baru berusia 25 tahun, tepatnya bulan Juni kemarin. Di Pemalang, saya yang termuda, malah bisa jadi termuda di Jawa Tengah atau bahkan di Indonesia,” ucapnya.

Kemenangannya ini, ia raih setelah berhasil mengungguli empat calon kades lainnya. Di mana, ia merupakan calon nomor empat, dengan total perolehan 3.270 suara, selisih 772 suara dari kontestan nomor satu, dengan 2.408 suara, dari total 12.861 suara sah di 38 TPS.

Lebih lanjut, terkait motivasi nya menjadi kades, Kharis didorong oleh masyarakat serta keinginannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Harapannya, setelah ia menjabat nanti, seluruh masyarakat dapat bersinergi untuk membangun Desa Warungpring, menjadi salah satu desa maju di Kabupaten Pemalang.

“Yang jelas bagi kami, hasil kemarin (pilkades, Red) bukan sekedar kemenangan, akan tetapi ini adalah awal tanggung jawab. Harapan masyarakat yang ada dipundak saya, akan saya wujudkan melalui kinerja saya selepas pelantikan,” tegasnya.

Selain itu dalam reformasi birokrasi desa, pihaknya akan mengubah paradigma keputusan kebijakan. Di mana masyarakat menjadi objek utama bukan sekedar subjek saja. Sehingga kedepannya akan banyak kebijakan yang diputuskan oleh masyarakat.

“Tentang pengambilan keputusan, masyarakat akan diposisikan sebagai yang utama. Saya pun berharap, partisipasi aktif masyarakat terus tumbuh, supaya ada check and balance dalam pemerintahan desa,” imbuhnya. (fan/all)