SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam upaya mengimplementasikan Program Adiwiyata pada bidang konservasi energi, SMA Negeri 8 Kota Semarang sukses melakukan pemasangan panel surya. Panel surya ini akan digunakan untuk fasilitas pojok charger siswa, pembangkit listrik tanaman hybrotonik dan pembangkit listrik lampu koridor sekolah.
Adapun dalam hal ini, SMAN 8 Semarang bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pemasangan panel surya dilakukan di atas atap gedung perpustakaan dengan rincian 2 panel berukuran 160, dan aki atau baterai sebesar 100 Ah yang dapat nantinya dapat menghasilkan output sebesar 300 WP (watt peac).
Ketua Adiwiyata SMAN 8 Qomaruddin Rizal mengatakan, ia sangat bahagia dengan terealisasinya pemasangan panel surya ini. Menurutnya, ini merupakan investasi edukasi untuk anak-anak kedepannya khususnya dalam pemanfaatan energi di lingkungan sekolah.
“Yang utama panel surya ini merupakan bagian dari materi pelajaran fisika, jadi nanti ketika guru mengajar tidak hanya penunjukkan gambar. Secara real mungkin memang tidak langsung membuat penggunaan listrik kita langsung hemat, tapi sebagai edukasi ini merupakan investasi edukasi kita untuk masa depan anak-anak,” ungkapnya saat ditemui disela-sela pemasangan panel surya, Jum’at (9/12).
Senada, Kepala Sekolah SMAN 8 Semarang, Suparmi mengaku, segala kegiatan di lingkungan sekolah yang telah terlaksana atas dasar izin dan mendapat dukungan penuh dari orang tua murid, tak terkecuali pemasangan panel surya ini. Ia berharap, dengan adanya ini selain memberikan fasilitas belajar mengajar lebih lengkap, juga dapat menumbuhkan kesadaran anak untuk dapat memanfaatkan energi listrik dengan sebaik-baiknya.
“Harapan kita anak-anak setelah mendapatkan edukasi ini dalam kesehariannya baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat bisa menghemat energi. Dengan adanya pemasangan panel surya minimal bisa mengurangi penggunaan listri di sekolah. Harapannya tahun-tahun berikutnya kita bisa meningkatkan watt-nya untuk lebih besar lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Pembimbing Teknis Djoko Adiwidodo mengatakan, panel surya ini bukan hal baru di Indonesia dan terbukti sangat mudah dalam penggunaannya. Hanya cukup perawatan yang berkala harus terus dilakukan.
“Teknologi panel surya dari sisi instalasi itu sederhana, perawatanya yang harus diperhatikan adalah kebersihan panel (permukaan panel), koneksi di aki (baterainya). Jadi di terminalnya harus sering dibersihkan dan dicek. Keamananya itu aman, sejauh instalagi di baterainya tidak terjadi konslet, maka itu harus sering dibersihkan setiap harinya. Yang terpenting ketelatenan atau perhatian perawatan,” ungkap pria yang kesehariaanya merupakan dosen dari Fakultas Teknik Elektro Unnes.
Sebagai informasi, dalam proses pemasangan panel surya ini menghabiskan Rp 13 Juta. Nantinya panel surya ini dalam pengawasan oleh guru dan para kader Adiwiyata dalam perawatan sehari-harinya. (luk/gih)










