SMPN 3 Bantul Pamerkan Karya Siswa di Bantul Creative Expo

pembuatan batik cap dari limbah kertas didampingi siswi SMPN 3 Bantul
PEMBUATAN: Pengunjung tengah melakukan pembuatan batik cap dari limbah kertas didampingi siswi SMPN 3 Bantul, Selasa (1/8/23). (CINDY LASIONA/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jateng – SMPN 3 Bantul turut memeriahkan gelaran Bantul Creative Expo di Pasar Seni Gabusan, yang digelar selama 11 hari. Dengan memamerkan karya batik cap, kreasi dari siswa-siswi, Selasa (1/8).

Kepala SMPN 3 Bantul Joko Sulistiya menyebutkan, tidak hanya membawa batik cap saja, ada juga beberapa karya siswa lainnya. Seperti master cap, botol lukis, kerajinan kain perca dan lain sebagainya.

“Semua karya yang dipamerkan merupakan hasil daur ulang limbah tidak terpakai atau belum tertangani dengan baik, berupa botol maupun kertas atau koran bekas. Selain itu, kami juga menggelar workshop cap batik media limbah kertas (CABAMELIKER) bagi pengunjung, yang dipandu oleh siswa-siswa yang mahir membuat,” ungkapnya.

Sementara itu, proses pembuatan batik cap ini tergolong mudah, hanya dengan menyiapkan kertas karton atau kertas yang cukup tebal dan papan tripleks untuk media utamanya. Kemudian, membuat desain dan ditempelkan di kertas karton.

“Lalu, kertas karton ditempel menggunakan lem yang kuat, agar dapat dijadikan sebagai cap untuk pembuatan batik. Karya dan workshop ini merupakan hasil dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang telah kami laksanakan sebelumnya,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, tahun sebelumnya hanya kelas 7 yang melaksanakan P5, lantaran menerapkan Kurikulum Merdeka. Tetapi, hasil dari proyek ini dapat dinikmati dan diapresiasi. Bahkan, kerajinan itu cukup layak untuk dipamerkan, dikoleksi dan dijual.

“Kami berharap, dengan adanya partisipasi SMPN 3 Bantul dalam Bantul Creative Expo tahun ini dapat meningkatkan kompetensi siswa. Yakni dalam bidang kreativitas, inovasi dan kewirausahaan,” pungkasnya. (cr11/sam)