PEMALANG, Joglo Jateng – Kabar pembukaan pendaftaran calon direksi PT. Aneka Usaha (PTAU) BUMD Kabupaten Pemalang ditanggapi serius oleh anggota DPRD Pemalang. Di mana mereka mengingatkan bupati agar tidak gegabah dalam tahapannya nanti. Sebab salah satu BUMD itu masih mempunyai segudang permasalahan yang harus diselesaikan.
Hal tersebut dikatakan oleh Noor Rosyadi Ketua Komisi C DPRD Pemalang setelah rapat paripurna, belum lama ini. Rosyadi mengingatkan bahwa perusahaan daerah itu masih memiliki segudang permasalahan yang belum diselesaikan, terutama kerugian perusahaan yang berdampak pada keuangan daerah.
“Untuk menyelamatkan PTAU memang ada dua langkah. Pertama, selesaikan masalah dengan tim yang sudah ada. Kedua, kita buat tim baru dengan merekrut pimpinan baru. Langkah eksekutif membuka lowongan direksi baru PTAU kemarin harus benar-benar diperhatikan, karena ini bisa jadi buah simalakama jika nantinya mendapatkan orang yang tidak berkompeten, padahal perusahaan berada diujung tanduk,” jelasnya.
Sebelumnya, komisi yang ia pimpin telah mengundang seluruh direksi, pemegang saham, anggota komisi, Bagian Hukum Setda, dan keuangan daerah untuk membahas tentang hal tersebut. Melihat beban anggaran yang semakin banyak, serta kerugian perusahaan tak bisa terbendung, maka dirinya menyarankan agar tidak langsung memberikan kontrak kerja untuk direksi yang terseleksi. Karena hal itu akan membebani keuangan perusahaan.
Saran tersebut ia berikan karena terdapat aturan resmi untuk mengatur pengajian direksi yang angkanya cukup bombastis. Di sisi lain, beberapa usaha PTAU memiliki pendapatan yang minim dan tidak mampu menutup biaya operasional perusahaan. Tercatat, kerugian PTAU hingga Oktober 2023 yaitu Rp 15 miliar dari modal kumulatif awal yang diberikan Rp 26 miliar, sehingga aset perusahaan hanya tersisa Rp 11 miliar.
“Dari dulu PTAU belum bisa memberikan secerah harapan untuk pemasukan asli daerah (PAD), tapi malah membebani APBD. Jadi mohon dipertimbangkan ke depan langkah paling strategis seperti apa. Belajar dari sebelumnya, direksi terakhir yang diterima tidak kompeten. Maka seleksi kali ini harus benar-benar sesuai kompetensi, agar ke depan PTAU dapat menjadi ladang PAD Pemalang,” pungkasnya. (fan/abd)










