BANTUL, Joglo Jogja – Dalam menghadapi pelaksanaan Asesmen Sekolah dalam Proses Belajar Mengajar (ASPD), SMP Negeri 3 Bantul mengadakan doa bersama dengan harapan agar memperlancar siswa dalam menghadapi ujian. Doa bersama ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan ketenangan bagi siswa-siswi yang akan menghadapi ujian. Ini juga diharapkan mampu mempersiapkan psikologis dan mental siswa.
“Kami percaya bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menguatkan hati dan pikiran dalam menghadapi tantangan,” ujar Kepala SMPN 3 Bantul, Joko Sulistya.
Menurutnya, momen doa bersama ini juga menjadi ajang untuk memupuk solidaritas dan kebersamaan di antara seluruh anggota sekolah. Gelaran yang diikuti oleh sekitar 200 siswa muslim dan 15 siswa non-muslim juga mendatangkan pemateri.
“Kami ingin menciptakan iklim yang positif dan mendukung bagi proses belajar mengajar, di mana setiap individu merasa didukung dan termotivasi sehingga kami menghadirkan ustaz Sobikhan Ahmad,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut anak-anak dan orang tua terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini menandakan bahwa persiapan untuk ASPD dimulai dengan baik. Kegiatan ini juga melibatkan penetapan target nilai yang ingin dicapai oleh siswa.
“Agar semakin meriah, diselipkan permainan agar anak-anak dapat menyimpulkan sendiri materi yang telah disampaikan. Contohnya ketika pemateri memberi uang pecahan dari Rp1.000 hingga Rp50.000. Salah satu siswa menyadari pentingnya bertindak untuk mencapai tujuan, bukan berhenti di tengah jalan,” tuturnya.
Pihaknya menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua semakin erat, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
“Diharapkan, melalui inisiatif seperti ini, semangat dan kepercayaan diri siswa-siswi dalam menghadapi ujian dapat terus ditingkatkan. Terlebih juga kami menggelar buka bersama untuk mempererat tali silaturahmi antar siswa,” pungkasnya. (suf/abd)










