BPBD Rembang Lakukan Mitigasi Kekeringan

Kabid Kedaruratan Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo.
Kabid Kedaruratan Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Memasuki pertengahan Mei 2024, Kabupaten Rembang berstatus siaga bencana kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mempersiapkan draf bantuan kekeringan untuk segera diajukan ke bupati.

Kabid Kedaruratan Logistik Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Rembang, Puji Widodo mengatakan, persiapan menghadapi bencana harus mengurus SK bencana kekeringan. Kini pihaknya sudah mulai menyiapkan draf untuk segera diajukan. Namun, harus menunggu berita acara dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Setelah sudah dipastikan terjadinya kekeringan, kami segera meluncurkan draf untuk mendapatkan SK dari Bupati. Kemudian, SK tersebut kami turunkan kepada seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang dan di turunkan ke desa-desa,” terangnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Retribusi Pasar Tradisional di Rembang Capai 24 Persen

Sementara untuk tindak lanjut SK, dirinya akan memetakan wilayah kekeringan berdasarkan jumlah kecamatan maupun desa yang terdampak pada tahun lalu. Mengingat bencana itu, susah ditebak kapan dan dimana itu terjadi. Upaya yang dilakukan terus mengantisipasi.

“2023 lalu, ada 14 kecamatan yang hampir terdampak dengan total 85 desa. Paling sedikit di Kecamatan Sale hanya 1 desa. Sedangkan paling banyak yang terdampak di Kecamatan Kaliori ada 11 desa,” imbuhnya.

Dari segi kesiapan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BBWS terkait cadangan air yang ada. Ketersediaannya juga sudah dikoordinasikan dari beberapa penampungan seperti depo air, PDAM dan lainnya.

Baca juga:  Rembang Siapkan Desa Tasikharjo Mewakili ADWI 2024

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan air se-efisien mungkin. Kami berharap kepada Dinas Kehutanan untuk menjaga cadangan air tanah dengan baik. Karena banyak sumber air tanah belum terjaga dengan baik. Kami berharap dapat memelihara dan memperhatikan sumber-sumber air tanah,” pungkasnya. (cr3/fat)