78 Mahasiswa IPB KKN Tematik di 10 Desa di Rembang

SERAH TERIMA: Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Ketua Departemen Arsitektur Lanscape IPB, Akhmad Arifin saat serah terima mahasiswa KKN di Gedung Setda lantai 4, Senin (24/6/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak 78 Mahasiswa asal Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai Senin (24/6/2024) melaksanakan KKN Tematik Inovasi di Kabupaten Rembang. Mahasiswa akan disebar di 10 desa dari dua kecamatan.

Desa penempatan mahasiswa KKN IPB menyebar di Kecamatan Sluke ada di Desa Jatisari, Desa Labuhan Kidul, Desa Langgar, Desa Leran, Desa Trahan. Selain itu di Kecamatan Lasem berada di Desa Gowak, Desa Binangun, Desa Kajar, Desa Selopuro, dan Desa Sendangcoyo.

Ketua Departemen Arsitektur Lanscape IPB, Akhmad Arifin Hadi mengatakan, setidaknya 10 desa di Kecamatan Lasem dan Sluke akan menjadi desa yang ditempati KKN dari 24 Juni 2023 hingga 5 Agustus 2024. Selain di Rembang IPB menggelar KKN di 10 provinsi dan 46 kabupaten/kota serta luar negeri.

Baca juga:  Pemkab Rembang Canangkan Bulan Dana PMI 2024 dengan Target Rp 750 Juta

”Ada juga yang KKN di luar negeri yaitu Malaysia dan Thailand,” katanya.

Pihaknya secara resmi mengantar untuk menyerahkan mahasiswa KKN agar harus bisa menerapkan disiplin ilmu. Memberi pemahaman kepada masyarakat atas segala perubahan yang terjadi saat ini.

Selain itu juga meminta dukungan dan kerja sama dari perangkat daerah dalam kelancaran program KKN. Disisi lain, pihaknya juga meminta mahasiswa untuk menjaga diri dan jaga nama baik instansi.

“Dikampus kita sudah melakukan pendidikan dan penelitan. Kali ini kita mengabdikan diri di masyarakat,” tambahnya

Baca juga:  Bawang Merah Penyumbang Terbesar Deflasi di Rembang

Kepala Bapeda Rembang, Afan Martadi mengucapkan terimakasih kepada IPB karena menjadikan Rembang sebagai daerah tujuan KKN. Dijelaskan, Rembang merupakan daerah pesisir sehingga potensi bidang kemaritiman bisa dikembangkan mulai kelautan, perikanan, dan industri garam.

“Kolaborasi dari mahasiswa dan Pemkab cukup strategis untuk mengembangkan daerah,” katanya.

Ia berharap program dari mahasiswa ini bisa sinkron dengan rencana yang telah ditentukan. Sehingga bisa memanfaatkan potensi terhadap inovasi yang ada di masyarakat. “Semoga kegiatan tidak ada kendala dan berjalan lancar,” pungkasnya. (cr3/fat)