REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak 29.772 jiwa di Kabupaten Rembang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang masih berlangsung. Meskipun beberapa wilayah di Jawa Tengah sudah diguyur hujan, kekeringan masih melanda sebagian besar daerah di Rembang.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Rembang, Sri Jarwati menjelaskan, pihaknya terus melakukan penanganan terhadap daerah-daerah yang terdampak kekeringan. Penanganan ini akan berlangsung hingga November. Sesuai prediksi BMKG yang menyebutkan musim penghujan baru akan terjadi pertengahan bulan tersebut.
“Hingga saat ini, kami sudah mendistribusikan air bersih ke 13 kecamatan yang mencakup 58 desa. Dengan total warga terdampak sebanyak 10.736 keluarga atau 29.772 jiwa,” katanya belum lama ini.
Sampai Minggu (29/9), BPBD Rembang telah mendistribusikan sebanyak 2.561.000 liter air bersih. Ia berharap dengan distribusi ini, masyarakat dapat lebih efisien dalam menggunakan air. Mengingat kondisi yang belum sepenuhnya pulih dari kekeringan.
BPBD Rembang juga mengimbau warga untuk selalu menjaga ketersediaan air dan menggunakan sumber daya air secara bijak selama masa kekeringan ini. “Penanganan kekeringan ini akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal dengan datangnya musim penghujan,” ungkapnya. (cr3/fat)










