Akhirnya! 92 Desa di Pemalang Bergerak Bersama Atasi Krisis Sampah

PAPARAN: Plh Bupati Pemalang Nurkholes saat membicarakan soal isu sampah yang hangat di masyarakat. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Rencana Pengeloaan Sampah di tingkat desa yang telah dianggarkan pada 2025 ini, Pemkab Pemalang mengapresiasi semua desa yang mau berpartisipasi dalam rangka penanganan darurat sampah di wilayahnya. Sebab, penumpukan sampah telah merajalela di seluruh wilayah.

Plh Bupati Pemalang yang merupakan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, permasalahan sampah menjadi salah satu pokok utama program yang dirinya usung untuk segera dituntaskan. Dalam perjalanan kepemimpinannya nanti, ia akan berusaha agar seluruh desa mempunyai TPST di masing-masing wilayah, sehingga sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat dapat tertangani langsung dari desa, kemudian ke kecamatan dan di kabupaten.

Untuk itu, atas partisipasi 92 desa di 14 kecamatan yang telah mengupayakan penganggaran dana desa untuk penanganan sampah diapresiasi sebesar-besarnya oleh dirinya. Melihat penumpukan sampah di sejumlah TPS terutama di wilayah kota telah ditekan dan tidak terlihat kembali sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang pada 20 Februari lalu.

“Saya sangat mengapresiasi semua desa yang telah mau memberikan anggaran dana desa untuk pengelolaan sampah. Harapannya sampah di Pemalang tidak lagi menumpuk dan terjadi darurat seperti kemarin,” ucapnya.

Ia menerangkan, pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan berbagai yang nantinya menghasilkan produk-produk dengan nilai jual tinggi. Seperti dijadikan pupuk organik, pestisida pertanian, hingga bahan bakar ataupun bahan campuran bangunan. Karena banyaknya produk hasil itu, pihaknya akan melakukan pelatihan kepada masyarakat terutama cara pemasaran produk agar keberlanjutan pengelolaan dapat terus terjaga.

“Kalau sudah punya pasarnya pasti masyarakat bakal berlomba-lomba untuk mengikuti pengelolaan ini.  Apalagi kegiatan ini masuknya murah dan mudah, jadi ya masyarakat pasti senang,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dispermasdes Pemalang Ahmadi menuturkan, banyak desa yang telah memiliki area pengelolaan dengan daya tampung produksi yang besar. Sehingga penumpukan sampah di Kota Pemalang dapat ditekan bahkan saat ini terpantau aman terkendali.

“Sebenarnya hampir sema desa di 14 Kecamatan sudah menganggadkan terkait sampah, tetapi baru 92 desa dafi 141 desa yang sudah atau akan dibangun dalam waktu dekat. Dari data yang sekarang sudah ada itu Desa Bojongnangka, Paduraksa, Belik dan mainnya,” tuturnya.(fan/sam)