PURBALINGGA, Joglo Jateng – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk membangun ekonomi dari desa, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo menjadi peluang besar bagi Purbalingga, khususnya Karangmoncol yang memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Selain sektor pertanian, Wabup Dimas juga menyinggung program makan bergizi gratis yang akan menyerap ribuan tenaga kerja. Dikatakan, Purbalingga secara demografi memiliki siswa dari PAUD, SD, SMP hingga SMA sekitar 200 ribu jiwa.
“Ditambah ibu hamil, menyusui, dan balita, penerima manfaat program makan bergizi gratis bisa mencapai 300-400 ribu jiwa. Artinya, kita bisa mendirikan 100-120 dapur makan bergizi gratis yang menyerap sekitar 50-60 pekerja per dapur, sehingga total bisa mencapai 5.000-6.000 lapangan kerja baru,” katanya, belum lama ini.
Wabup Dimas optimistis, program ini mampu mewujudkan janji Bupati Fahmi Muhammad Hanif dan dirinya untuk menciptakan 10.000 lapangan kerja baru di Purbalingga. Sebelumnya, Pemkab Purbalingga juga telah melakukan Rapat Koordinasi Program Swasembada Pangan.
“Arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto sangat jelas. Beliau ingin memperkuat sektor pertanian. Nantinya, program makan bergizi gratis dapat bersinergi dengan para petani dan pengusaha lokal. Sehingga bahan baku yang digunakan berasal dari hasil pertanian dan perkebunan lokal Purbalingga,” ujarnya.
Dari sisi produksi, Kabupaten Purbalingga mencatat surplus beras pada tahun 2024 dengan total produksi gabah kering giling sebesar 137.203 ton atau setara 78.899 ton beras. Dengan kebutuhan konsumsi 69.223 ton, surplus yang tercatat mencapai 9.679 ton.
Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam meningkatkan indeks pertanaman padi dari 1,8 menjadi 2,2 kali dalam setahun. “Luas sawah kita saat ini hanya 17.605 hektare, sedangkan target luas tanam padi tahun 2025 mencapai 38.987 hektare. Artinya, kita harus mengupayakan peningkatan indeks pertanaman,” jelasnya. (abd/adf)










