Pendapatan Daerah Pemalang 2024 Tak Capai Target, Realisasi Hanya 97,64%

POSE: Serah Terima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di Rapat Paripurna belum lama ini di gedung Paripurna Pemalang. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pendapatan Daerah Pemalang pada Tahun Anggaran (TA) 2024 lalu tak mencapai target. Realisasinya sekitar 97,64 persen atau sebesar Rp2,7 triliun dari target tahunan di angka Rp2,8 triliun.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyampaikan, sebagian besar pendapatan daerah ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana tranfer dari pemerintah pusat atau provinsi. Namun pada realisasi 2024 lalu, pemkab mencatat total pencapaian anggaran hanya 97,64 persen.

“Nilai ini masih lebih tinggi dibandingkan 2023 kemarin dengan peningkatan 6,56 persen,” ujarnya pada Paripurna LKPJ, di gedung Paripurna Pemalang, belum lama ini.

Lebih lanjut Anom menyebutkan, perbandingannya masih lebih besar di 2024 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi realisasi dibawah target 2,36 persen. Yaitu Rp2.741.002.564.703,00 dan target yang ditetapkan sebesar Rp2.807.367.254.000,00 di tahun kemarin.

Penerimaan anggaran tersebut yang dituangkan ke APBD Kabupaten Pemalang TA. 2024 digunakan untuk membiayai 6 urusan wajib pelayanan dasar, 18 urusan wajib bukan pelayanan dasar, 6 urusan pilihan, dan 8 fungsi penunjang. Semuanya terlaksana dengan kategori rata-rata sangat baik di angka 90 persen.

Di sisi lain, imbuh dia, Pemalang kembali mendapatkan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketujuh kalinya. Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2023 dari BPK RI setelah tahun sebelumnya mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Alhamdulillah bisa mendapatkan kembali WTP ketujuh kalinya setelah pernah turun peringkat dengan WDP. Tahun ini mudah-mudahan bisa mempertahankan WTP,” ucapnya.(fan/iza)