PEMALANG, Joglo Jateng – Maraknya kabar penipuan lowongan kerja ilegal ke luar negeri terutama di wilayah Kamboja menjadi perhatian Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pemalang. Kepala Disnaker Kabupaten Pemalang, Umroni turut mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilah informasi tersebut. Di mana, pada negara tersebut marak terjadi kasus pekerja migran ilegal di Kamboja menjadi operator judi online, penipu, bahkan jadi korban perdagangan orang.
Ia mewanti-wanti agar masyarakat khususnya pencari kerja yang saat ini membuat kartu kuning tidak terbujuk rayu untuk bekerja ke luar negeri dengan mudah yang ditawarkan lewat media sosial.
“Masyarakat utamanya pencari kerja hati-hati terhadap rayuan, info-info yang kita dengar tanpa klarifikasi, kemudian kerja ke luar negeri dengan visa pariwisata, bukan visa kerja,” terangnya.
Sebelum mengirim lamaran kerja, pihaknya mengimbau agar masyarakat memeriksa terlebih dahulu latar belakang perusahaan yang akan dilamar. Dari alamat perusahaan, kelembagaan secara hukum dan track record para pekerja sebelumnya untuk memastikan keamanan calon pekerja.
“Apalagi jika perusahaan tersebut ada di luar negeri,” tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat bekerja di Kamboja. Mereka terindikasi bekerja secara ilegal (non-prosedural) sebagai operator judi online dan penipu online. Bahkan, pekerja migran ilegal di Kamboja kerap menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Negara-negara tetangga yang punya indikasi tidak baik seperti Kamboja, Laos, dan Vietnam ada perusahaan yang terbukti melakukan bisnis haram itu. Jadi masyarakat karus cross check dulu sebelum mengirim lamaran kerja,” pungkasnya.(fan/iza)










