PEMALANG, Joglo Jateng – Program seragam gratis bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang baru akan dibagikan pada September mendatang. Keterlambatan ini disebabkan pengukuran manual oleh masing-masing siswa yang memakan waktu.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro mengungkapkan, pembagian seragam gratis sebagai program yang ia usung bersama wakilnya akan mengalami keterlambatan pada 2025. Walaupun begitu, ia memastikan semua masyarakat miskin terutama mereka yang memiliki kartu jaminan sosial menerima bantuan seragam gratis.
“Teknisnya ada di Dinas Pendidikan, tetapi kita sudah maksimalkan agar lebih cepat produksinya. Untuk penerima dipastikan mereka yang punya kartu jaminan sosial,” ungkapnya.
Terkait alasan keterlambatan, Anom menyebut proses pendataan dan pengukuran seragam per anak menjadi alasan utama. Ia mengatakan, pengukuran yang dilakukan per anak membutuhkan waktu yang lebih lama.
Dalam program ini, Pemkab Pemalang menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 4,6 miliar dari APBD. Adapun total seragam yang akan dibagikan ada 5.800 stel (set) untuk 2.990 siswa SD, 12.392 stel untuk 6.196 siswa SMP.
Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan seragam untuk jenjang PAUD dengan alokasi Rp 750 juta. Terdiri dari TK Negeri dan 30 lembaga PAUD di 13 desa miskin ekstrem.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemalang, Ismun Hadiyo, menjelaskan, pembagian seragam gratis baru akan dilaksanakan pada September mendatang. Oleh karena itu, mereka yang masuk sebagai penerima bantuan diperbolehkan memakai seragam yang lama hingga proses pendistribusian dilakukan ke seluruh sekolah di Pemalang.
“Kita mulai produksi Agustus dan distribusi perkiraan September. Jadi siswa yang belum punya seragam tidak apa-apa mengenakan seragam lamanya dan sekolah juga tidak melarangnya karena keterbatasan yang ada,” paparnya.(fan/iza)










