Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu Gelar Aksi Damai, Ini 10 Tuntutannya

PROTES: Para pendemo menyampaikan aspirasi ke Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Pendopo Kabupaten Pemalang, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Berlangsung dengan tertib dan damai, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu menyambangi Pendopo Kabupaten Pemalang untuk salurkan aspirasi mereka, pada Kamis (4/9/2025). Total ada 10 tuntutan yang berasal dari keluhan masyarakat tentang beberapa program pembangunan di Kabupaten Pemalang pada 2025 ini.

Antara lain kebut cepat pelaksanaan pembangunan jalan Wisnu-Watukumpul, prioritas pembangunan jalan untuk akses pertanian. Selanjutnya, perhatian untuk pendidikan dan ekonomi, seluruh program harus berlandaskan asas keadilan serta pemerataan, tindak tegas pungli.

Lalu, prioritas pembangunan infrastruktur desa terkena rob di Kecamatan Ulujami. Juga penghentian kebiasaan rapat kerja di luar daerah.

“Selanjutnya evaluasi program LKS gratis, lalu penyediaan lampu penerangan jalan, evaluasi tukin OPD dan tunjangan perumahan DPRD, serta tuntaskan persoalan sampah agar tidak kembali meledak,” terang salah satu perwakilan aksi, Chafidz Syukron .

Dari semua poin, dirinya menyoroti isu besar tentang tunjangan perumahan DPRD yang harus segera dilakukan evaluasi baik oleh Pemkab Pemalang maupun DPRD sendiri. Di samping itu, isu sampah yang dalam penanganannya masih belum tuntas, di mana masing-masing wilayah belum memiliki incenerator untuk pengolahan sampah. Persoalan lain, masih banyak jalan yang belum dijamah pembangunan di setiap wilayah.

“Kita terima kasih sudah tertib dan tetap menjaga Pemalang tetap aman tidak seperti di daerah lainnya. Untuk seluruh poin kita setuju tetapi ditambah satu poin lanjutan dalam surat kesepahaman ini, yaitu masyarakat bersama pemkab bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kabupaten Pemalang, jaga Pemalang tetap aman,” jawab Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (fan/adf)