KUDUS, Joglo Jateng – SMP Negeri 4 Kudus terus mendorong pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Termasuk di bidang keilmuan. Salah satu fokus utama sekolah adalah menghidupkan kembali kegiatan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang sempat berprestasi di tingkat kabupaten.
Kepala SMPN 4 Kudus, Dedi Triaprianto mengatakan, sekolah berkomitmen untuk memfasilitasi setiap siswa agar dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Kegiatan ilmiah menjadi salah satu perhatian utama pihaknya. Ia mencontohkan keberhasilan KIR sekolah pada 2023 yang pernah menjuarai lomba inovasi tingkat kabupaten.
“Dulu kami pernah menjadi juara lomba krenova tahun 2023. Saat itu, anak-anak mengelola hasil alam seperti buah mengkudu menjadi produk bermanfaat. Mulai dari sabun mandi, sabun cuci piring, sampai bahan pewangi alami,” jelasnya
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan, siswa SMP 4 Kudus memiliki potensi besar di bidang penelitian dan inovasi. Karena itu, sekolah akan kembali menekankan pentingnya kegiatan KIR agar siswa lebih aktif berkreasi.

Selain KIR, berbagai ekstrakurikuler lain juga berjalan dengan baik. Seperti seni, olahraga, dan keagamaan. Dedi menyebutkan, setiap awal tahun ajaran, sekolah membuka pendaftaran untuk sekitar 27 jenis kegiatan ekstrakurikuler.
“Anak-anak memilih sesuai minatnya. Setelah itu kami tetapkan hari, waktu, dan mencari pelatih. Untuk bidang olahraga seperti basket, kami bahkan berencana mendatangkan pelatih dari luar agar anak-anak lebih tertarik,” tuturnya.
Meski begitu, ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar mengejar prestasi. Tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bidang yang digelutinya.
“Kami tidak harus juara dulu, tapi yang penting berproses. Anak-anak belajar mencintai potensinya, menemukan kelebihannya, dan terus berusaha mengembangkan diri,” ungkapnya. (uma/fat)










