SELAMA 24 tahun sudah Putut Winarno, S.STP. mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dari awal meniti karier sebagai staf kepegawaian hingga kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, semangat pengabdiannya tak pernah padam. Bagi Putut, menjadi ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi ladang ibadah dan bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi ASN itu kan tugas melayani. Di mana pun saya ditempatkan, semua unsur pekerjaannya tetap pelayanan. Artinya, baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) ini mulai menapaki kariernya pada September 2001 di Bagian Kepegawaian Setda Kudus. Dua tahun kemudian, ia mendapat tugas baru, mengabdi sebagai pengasuh di STPDN selama 1 tahun. Pada 2004, Putut dipercaya menjadi ajudan bupati sebelum akhirnya menempati berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Tahun demi tahun, perjalanan kariernya terus menanjak. Di 2009, ia diberi tugas sebagai Kasubag Administrasi TU Pimpinan dan Protokol Setda Kudus. Kemudian, pada 2013 Putut menjabat sebagai Kabag Humas Setda Kudus. Berganti di 2017, ia menjadi Sekretaris Dinas Dukcapil Kudus.
Lalu, pada 2022 dia mengisi jabatan Sekretaris Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) yang kini berganti menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus. Selanjutnya, pada 2023 Putut menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kudus, dan kini pada 2025 diamanahi jabatan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus.
Perjalanan panjang lintas instansi itu membentuknya menjadi sosok yang matang, adaptif, dan penuh empati. “Bagi saya, tidak ada perbedaan di mana pun ditempatkan. Semua sama. Yang penting bagaimana kita berkolaborasi, bekerja sama, dan memberi pelayanan terbaik,” ujarnya.
Bagi Putut, pengabdian bukan sekadar kata yang indah diucapkan, tetapi harus nyata dalam tindakan, bahkan di luar jam kerja. Ia menuturkan, sering kali melayani warga yang datang ke rumah untuk meminta bantuan.
“Kalau di Dinas Sosial, di luar jam kerja pun saya layani. Misalnya ada warga sakit yang perlu diurus BPJS atau pengaktifan data. Saya bantu koordinasikan, walau hari libur. Itulah pengabdian,” tegasnya.










