KUDUS, Joglo Jateng – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 SMP 4 Kudus berlangsung meriah pada Sabtu (22/11). Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah launching dua buku karya warga sekolah.
Yakni “Dwija Esemku Sang Pengabdi Tiada Berbatas Waktu” yang ditulis para guru. Serta “Tinta Cinta dari Dinding Esemku” yang ditulis oleh para siswa.
Acara ini dihadiri langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Bunda Literasi Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, serta Kepala Disdikpora Kudus. Kedatangan mereka sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap gerakan literasi di lingkungan sekolah.
Kepala SMP 4 Kudus, Dedi Triaprianto menegaskan, peluncuran buku ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi yang utuh. Ia berharap warga SMP 4 Kudus tidak hanya siswa, tetapi juga bapak ibu guru melek literasi.
“Karya nyata dari melek literasi itu tentu menulis. Kalau kita hanya membaca, itu bukan literasi secara utuh. Literasi yang komprehensif harus dibuktikan dengan karya tulis,” ungkapnya.
Dedi menjelaskan, gerakan literasi ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan kualitas akademik siswa. Peluncuran dua buku tersebut menjadi bukti bahwa SMP 4 Kudus terus berupaya menanamkan budaya berkarya melalui tulisan.

Perayaan HUT tahun ini mengangkat tema “Empat Dasawarsa Merajut Asa Prestasi Nyata Esemku Bisa”. Hal ini sebagai refleksi perjalanan panjang sekolah sejak menerima SK pendirian pada 22 November 1985.
“Karena SK pertama diterima pada 22 November 1985, maka puncak acara HUT ke-40 ini tetap kami tetapkan pada 22 November 2025,” jelasnyam
Selama 40 tahun, SMP 4 Kudus telah mencetak berbagai prestasi, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun Nasional. Bidang olahraga menjadi penyumbang prestasi terbesar, disusul bidang bahasa, kesenian, dan akademik.
Rangkaian HUT ke-40 diawali dengan kegiatan bakti sosial pada 18 November 2025. Tahun ini, baksos digelar lebih meriah karena bagian dari perayaan besar empat dekade sekolah.
Sementara itu, Bunda Literasi Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris menilai, peluncuran dua buku tersebut adalah bukti bahwa SMP 4 Kudus telah melampaui sekadar slogan. “Gerakan literasi dan lingkungan ini akan terus menjadi identitas sekolah, sekaligus fondasi untuk melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter,” tandasnya. (uma/fat)










