Curi Perhatian di Apel Siaga, BPBD Rembang Tampilkan Mobil Emergency Senilai Rp 600 Juta

Mobil emergency double cabin milik BPBD Rembang yang dipamerkan saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Kantor Bupati Rembang
SIAPKAN: Wakil Bupati Rembang H. M. Hanies Cholil Barro’ melihat mobil emergency terbaru yang dilengkapi perahu karet di atasnya dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di halaman Kantor Bupati Rembang, Jumat (5/12). (PEMKAB REMBANG/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dan relawan mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di halaman Kantor Bupati Rembang, Jumat (5/12). Dalam apel tersebut, deretan peralatan penanggulangan bencana turut dipamerkan, namun satu unit mobil emergency terbaru sukses menarik perhatian peserta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, mengungkapkan bahwa mobil emergency berjenis double cabin tersebut merupakan aset baru yang dibeli dengan nilai sekitar Rp 600 juta. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mobilitas tinggi di medan bencana, khususnya banjir.

“Mobil ini memiliki knalpot yang berada di posisi tinggi sehingga aman menerjang banjir. Area atas kendaraan juga didesain khusus agar dapat dimanfaatkan untuk mengangkut perahu karet,” jelas Sri Jarwati.

Paket Bantuan BNPB Senilai Rp 3 Miliar

Selain mobil, perhatian juga tertuju pada lampu penerangan portabel (lighting tower) untuk area pengungsian. Sri Jarwati menjelaskan, lampu tersebut merupakan bagian dari paket bantuan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Total nilai bantuan yang diterima BPBD Rembang diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar.

“Lampu itu dikirim bersamaan dengan banyak alat lain, seperti tenda keluarga, mesin alkon, selang untuk penanganan kebakaran hutan, dan perlengkapan lainnya,” terangnya.

Meski demikian, Sri mengakui bahwa lampu penerangan portabel tersebut masih jarang digunakan. Hal ini dikarenakan karakteristik bencana banjir di Rembang yang biasanya cepat surut, sehingga jarang memerlukan pendirian tenda pengungsian dalam waktu lama.

Kesiapan Menyeluruh

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, H. M. Hanies Cholil Barro’, menegaskan bahwa apel ini merupakan bentuk kesiapan nyata dari seluruh elemen di Rembang. Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci utama.

“Karena tidak ada daerah manapun yang benar-benar aman dari bencana,” ujar pria yang akrab disapa Gus Wabup ini.

Dalam apel tersebut, berbagai peralatan pendukung lain seperti gergaji mesin, tandu evakuasi, kapal karet, alat selam, hingga perangkat komunikasi (HT) turut disiagakan.

“Artinya BPBD dan seluruh jaringan relawannya siap menghadapi bencana jika sewaktu-waktu terjadi,” pungkas Gus Wabup. (hms/fat)