SEMARANG, Joglo Jateng – SDN Gajahmungkur 04 Semarang menyulap halaman sekolah menjadi arena perniagaan yang meriah melalui kegiatan Market Day, Kamis (22/1/2026). Program inovatif ini dirancang khusus untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan literasi keuangan siswa sejak usia dini.
Suasana sekolah tampak berbeda dari biasanya. Tenda-tenda kecil berdiri rapi dipenuhi siswa yang sibuk menawarkan dagangan, sementara para pembeli antusias memborong aneka makanan hasil karya anak-anak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa tentang bagaimana dunia usaha bekerja.
Usung Konsep SIGMA
Guru Kelas VI SDN Gajahmungkur 04, Puguh Novianto menjelaskan, Market Day bukan sekadar aktivitas jual beli biasa. Kegiatan ini merupakan inisiatif Kepala Sekolah, Suprianti, yang menjadikan Kelas VI sebagai proyek percontohan (pilot project).
Dalam pelaksanaannya, sekolah mengusung tema SIGMA atau Siswa Giat Mengelola Anggaran. Melalui tema ini, siswa diajarkan memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan secara menyeluruh.
“Market Day ini program sekolah yang bertujuan menggali potensi siswa dalam berwirausaha. Anak-anak kami latih mulai dari merancang usaha, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, sampai membuat pembukuan sederhana,” ujar Puguh, Selasa (27/1/2026).

Simulasi Bisnis Nyata
Proses pembelajaran dilakukan secara terstruktur. Siswa dibagi ke dalam kelompok dengan pembagian tugas profesional, mulai dari tim produksi, pemasaran, hingga manajer yang menjelaskan produk.
Agar tetap terjangkau dan kompetitif, harga jual produk dibatasi maksimal Rp 5.000.
“Kami ingin anak-anak benar-benar merasakan proses usaha. Mereka belajar melayani pembeli, mempromosikan produk, dan bertanggung jawab terhadap keuangan kelompoknya,” tambah Puguh.
Raup Keuntungan hingga Rp 96 Ribu
Antusiasme siswa terbukti membuahkan hasil manis. Beragam produk makanan seperti puding dan camilan ringan laris manis terjual habis. Bahkan, beberapa kelompok berhasil mencatatkan keuntungan bersih hingga Rp 96.000.
Keuntungan tersebut dikelola secara bijak, sebagian dibagikan kepada anggota kelompok dan sebagian lainnya diputar kembali sebagai modal usaha lanjutan.
“Anak-anak sangat antusias. Ada yang sampai menelepon orang tuanya untuk minta tambahan bahan karena dagangannya habis. Ini menunjukkan semangat wirausaha mereka mulai tumbuh,” ungkapnya.
Ke depan, Market Day direncanakan menjadi agenda rutin setiap akhir bulan dengan melibatkan jenjang kelas lain, mulai dari kelas 3, 4, hingga 5, serta memperluas jenis produk ke kerajinan tangan. (hfh/iza)










