Demak  

Rob Demak Bergeser ke Timur, Pemkab Percepat Penanganan Tanggul Laut

Sekretaris Daerah Demak (Sekda), Akmad Sugiharto. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Demak (Pemkab) terus mendorong percepatan penanganan banjir rob dan abrasi yang kini semakin meluas ke wilayah timur. Selain mengandalkan program penanganan dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pekerjaan pengendalian rob melalui metode hybrid civil pada tahun ini.

Sekretaris Daerah Demak (Sekda), Akmad Sugiharto mengatakan, pembangunan tanggul laut skala besar masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Otorita Pesisir. Dalam pembahasan terakhir, kawasan yang diprioritaskan meliputi Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal, karena dinilai menjadi wilayah paling terdampak abrasi dan rob di pesisir utara Jawa.

Menurutnya, bantuan dari pemerintah provinsi akan difokuskan pada titik-titik yang paling membutuhkan penanganan. Nilai anggaran yang tersedia dinilai belum mampu menjangkau seluruh kawasan terdampak, sehingga pekerjaan hanya dapat dilakukan pada beberapa segmen dengan tingkat kerawanan tertinggi.

“Program dari provinsi menggunakan metode hybrid civil dan direncanakan mulai dilaksanakan tahun ini. Karena anggarannya sekitar Rp10 miliar, tentu panjang penanganannya masih terbatas dan diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar mendesak,” ujarnya.

Akmad menjelaskan, kondisi rob di Demak mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya genangan lebih banyak terjadi di kawasan Sayung, kini dampaknya mulai bergeser ke arah timur hingga mencapai kawasan U-turn Onggorawe di Jalur Pantura.

Ia menilai pergeseran tersebut berkaitan dengan penanganan tanggul laut di wilayah Sayung yang telah menutup sebagian jalur masuk air laut. Akibatnya, tekanan air berpindah ke wilayah lain sehingga memunculkan genangan di kawasan yang sebelumnya tidak terlalu terdampak.

“Selain mengganggu arus lalu lintas di Pantura, rob juga mengancam kawasan permukiman dan lahan di sejumlah kecamatan, seperti Karangtengah dan Bonang. Pemkab Demak berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi tersebut agar kerusakan lingkungan akibat abrasi tidak terus meluas,” bebernya.

Terkait kondisi rob yang sulit diprediksi, Akmad mengatakan genangan dapat muncul pada pagi, siang, sore maupun malam hari, sehingga masyarakat diminta selalu memantau perkembangan sebelum melakukan perjalanan.

“Sebagai langkah antisipasi, kami telah memasang kamera pemantau di sejumlah titik rawan. Masyarakat dapat mengakses siaran pemantauan tersebut melalui kanal YouTube Dinas Perhubungan untuk mengetahui kondisi terkini di jalur Pantura,” katanya.

Ia juga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan terdampak rob karena permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara. Apabila genangan cukup tinggi, masyarakat disarankan memanfaatkan jalur alternatif melalui Guntur maupun Onggorawe hingga kondisi lalu lintas kembali normal. (adm/fat/rds)