TNI dan Masyarakat Bersinergi Bangun Jembatan Penghubung Desa di Pemalang

KOMPAK: Masyarakat bersama TNI dan Polri ikut membangun jembatan penghubung Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading dengan Desa Karangbrei, Kecamatan Bodeh, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Masyarakat di dua desa dua kecamatan berbondong-bondong melaksanakan gotong-royong membangun jembatan untuk menghubungkan akses antar desa, yaitu Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading dengan Desa Karangbrei, Kecamatan Bodeh. Proyek ini merupakan salah satu program kegiatan Gelar Karya Bhakti Pembangunan TNI bersama seluruh stakeholder masyarakat.

Dandim 0711/Pemalang Letkol inf Ade Afri Verdaniex melalui Danramil 07/Ampelgading Kapten Arh Teguh Widodo menyampaikan, jembatan tersebut nantinya akan dinamakan sebagai Jembatan Murai 125 penghubung dua desa dua kecamatan. Dibangun melintasi Sungai Comal dengan panjang 2 seling 320 meter, panjang jembatan 95 meter, dan lebar 1,6 meter.

“Kita di sini bareng-bareng anggota Kodim 0711/Pemalang, Polres Pemalang, dan seluruh komponen masyarakat membangun jembatan. Perencanaannya akan dikerjakan selama 3 hari mulai 18 sampai dengan 20 Desember 2023, dengan panjang jembatan 95 meter,” tuturnya.

Pada proses pembangunannya, ia melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk membantu bersama-sama membangun jembatan. Terlihat ratusan masyarakat ikut turun tangan untuk membantu bergotong-royong dalam setiap proses pembangunan jembatan, dari fondasi hingga pendirian tiang yang akan menjadi penyangga jembatan gantung tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalsari Timur Sugihadiyanto sebagai wakil tadi masyarakat memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam setiap pembangunan. (fan/abd)