PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka pengoptimalan penyebaran informasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pemalang melakukan dialog interaktif dalam rangka sosialisasi pengawasan di LPPL Radio Swara Widuri FM Pemalang, Senin (12/2/24). Dalam penyampaiannya, Bawaslu menekankan kepada masyarakat untuk bersama mengawasi pelaksanaan pemilu, terutama saat proses pemungutan suara di TPS pada 14 Februari mendatang.
Ketua Komisioner Bawaslu Pemalang Sudadi, melalui Anggota Komisioner Bawaslu Pemalang Bawaslu Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Mustagfirin mengatakan, pihaknya sudah sejak lama berkolaborasi bersama radio lokal milik Pemkab ini dalam rangka sosialisasi pengawasan pemilu. Salah satunya pada Dialog Interaktif Senin (12/2) yang membahas peran pengawasan parsitipatif masyarakat pada pemungutan suara.
“Dengan dialog ini, kami (Bawaslu Pemalang) ingin menggugah dan mengajak masyarakat untuk berperan langsung secara aktif menjadi partisipatif pengawasan pemilu. Karena SDM Bawaslu sendiri terbatas, sehingga butuh peran masyarakat untuk memaksimalkan kinerja pengawasan kita,” ujarnya.
Bersama salah satu praktisi pemilu, Mustagfirin menjelaskan bahwa saat pencoblosan adalah saat-saat paling rawan terjadi pelanggaran dam kecurangan. Oleh karena itu, pihaknya telah menempatkan lebih dari 4.500 pengawas TPS (PTPS) di setiap TPS yang ada di Pemalang. Masyarakat nantinya bisa melaporkan kejadian pelanggaran langsung ke PTPS.
Dijelaskan bahwa pada pelaksanaan pencoblosan, ada banyak hal yang tidak diperbolehkan dilakukan oleh para pemilih. Salah satunya yaitu membawa gadget atau telepon pintar saat memilih dan memberikan suara ke kotak suara. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kecurangan dan pelanggaran.
Ia berharap, pelaksanaan pencoblosan di Pemalang bisa berjalan dengan lancar, tertib, dan aman hingga proses perhitungan. Selain itu, masyarakat harus dan wajib memberikan hak pilih mereka ke TPS sesuai domisili, karena satu suara menentukan lima tahun masa depan bangsa.
“Terutama kepada anak muda dan pemilih pemula, mari kita berikan suara pada 14 Februari 2024 ini. Masa depan kita bergantung pada satu suara ini, jadi pilihlah sesuai dengan hati nurani pribadi tanpa ada desakan dari pihak lain,” imbuhnya. (fan/abd)










