SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng, Uswatun Hasanah berharap tak ada kesenjangan antar siswa di satuan pendidikan yang berada dinaunganya. Terlebih setelah penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa sejak diterapkan Kurikulum Merdeka 2022 lalu.
“Jadi, ada rumpun wajib dan rumpun pilihan. Agar anak memiliki pengalaman sesuai di bidang yang akan diambil,” ujarnya, Selasa (30/7/24).
Diketahui, Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nadiem Makarim baru saja meluncurkan Permendikbud pada 2024 ini. Menurut Uswatun hal itu sebagai penegasan kembali atas penghapusan jurusan di jenjang SMA.
“Sebenernya penghapusan IPA, IPS, Bahasa itu sudah mulai dilaksanakan saat implementasi Kurikulum Merdeka. Nah karena kemarin Permendikbudnya baru di-launching, maka Mas Menteri menegaskan,” ujar Uswatun.
Ia mengatakan bahwa pilihan mapel dibagi menjadi mapel wajib dan pilihan. Aturan ini dilakukan secara serentak secara nasional pada tahun 2024/2025.
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, dia berharap peserta didik memiliki kebebasan untuk memilih mapel sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Mapel wajib dan pilihan itu diharapkan dapat memperluas pengetahuan peserta didik, baik di mapel IPA maupun IPS. Sehingga ada lebih banyak pilihan yang terbuka bagi mereka.
“Jadi, ada rumpun wajib dan rumpun pilihan. Agar anak memiliki pengalaman sesuai di bidang yang akan diambil maupun dia bisa mengambil mapel IPS, mungkin dia punya potensi itu,” tutupnya. (luk/adf)










