Agustina-Iswar Diharapkan Berikan Pelayanan Kesehatan kepada Difabel

AKTIVITAS: Calon Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 01 Iswar Aminuddin saat menyapa sejumlah anak cerebral palsy dalam acara peringatan world cerebral palsy day di area car free day, kawasan Simpang lima, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Koordinator Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep, Vita berharap kepada pasangan Agustin-Iswar siap untuk memberikan kesempatan dan ruang bagi anak-anak difabel. Khususnya penderita cerebral palsy guna mendapat layanan kesehatan. Hal itu disampaikannya dalam acara peringatan world cerebral palsy day di area car free day, kawasan Simpang Lima pada Minggu (6/10).

“Harapannya, Kota Semarang nanti bisa memberikan kesempatan lebih kepada anak-anak istimewa cerebral palsy karena komunitas kita, Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep ini memang cerebral palsy-nya harus diberikan fasilitas terapi,” ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Joglo Jateng, Selasa (8/10/24).

Menurutnya, selama ini Pemkot Semarang memang sudah membantu anak-anak penyandang kelumpuhan otak untuk mendapat terapi. Hanya saja layanan tersebut masih terbatas dan belum semua keluarga yang memiliki anak cerebral palsy mendapat layanan.

“Pemkot Semarang diharapkan lebih mempermudah lagi karena untuk mempertahankan anak-anak cerebral palsy ini yang paling utama adalah fisioterapi untuk anak-anak karena selama ini mereka memang fisioterapi di rumah sakit tapi tidak semua, khususnya dari kalangan keluarga ke bawah sehingga meraka banyak kendala,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta perluasan layanan terapi bisa sampai di tingkat kecamatan. Dirinya menyoroti, sampai saat ini, Kecamatan Semarang Barat yang memiliki ruang terapi bagi anak cerebral palsy. “Dan di Kecamatan Semarang Barat sudah ada ruang terapi tapi kita memang belum maksimal untuk keberlanjutannya. Harapannya jangka panjang ada yang membantu kami,” katanya.

Berdasarkan data dari P3D Semar Cakep, ada 63 anak cerebral palsy yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Dari jumlah itu, yang belum ter-cover maksimal layanan kesehatan ada 33 anak.

“Harapan kami ke Bu Agustin dan Pak Iswar lebih diberikan kesempatan ruang untuk difabel di setiap kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Semarang nomor urut 01, Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh P3D Semar Cakep sudah menjadi kewajiban bagi Pemkot Semarang. Termasuk Dinas Sosial untuk lebih memperhatikan kebutuhan mereka.  “Ini adalah salah satu kebutuhan masyarakat dan pemerintah wajib memenuhi. Dan insya Allah harapan itu, kelak menjadi salah satu perhatian kami,” pungkasnya. (int/gih)