PEMALANG, Joglo Jateng – Tetap konsisten dengan prinsipnya, Heru Kundhimiarso menolak untuk mengikuti kunjungan luar kota yang dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Pemalang. Alasan pria yang akrab disapa KN ini, karena dirinya melihat secara langsung kegiatan tersebut kurang berdampak pada pembangunan daerah, dan penyelesaian masalah dalam kota pun masih belum rampung.
Anggota DPRD yang baru dilantik pada awal Oktober lalu itu mengaku ingin tetap konsisten dengan prinsipnya. “Dari sebelum menjadi wakil rakyat sering menyuarakan tentang tidak adanya manfaat kunjungan kerja luar kota anggota dewan itu. Setelah menjabat dengan tegas secara pribadi menolak kegiatan tersebut,” ujarnya.
Dirinya mengaku bahwa tuduhan masyarakat tentang kegiatan tersebut menjadi agenda plesiran atau liburan para anggota dewan merupakan hal yang benar adanya. Sebab, sebagian besar agenda di luar daerah hanya segelintir kecil pembahasannya untuk masyarakat, sisanya anggota dewan memiliki waktu untuk bersantai dan berlibur diluar kota dengan menggunakan uang rakyat.
“Ya saya secara pribadi menolak keras bahkan kalau ada kegiatan seperti ini saya tidak mau mengikutinya. Karena tidak ada keuntungan untuk masyarakat, dan benar giat itu seperti liburan di luar kota,” ucapnya setelah mengikuti kegiatan luar kota anggota dewan di Solo belum lama ini.
Jika tetap ada acara tersebut, KN berharap DPRD Kabupaten Pemalang bisa mengevaluasinya. Aspirasi yang ia inginkan sebelum adanya kunjungan, para anggota dewan harus memetakan masalah di dalam daerah. Sebagai contoh permasalahan sampah yang masih belum selesai. Anggota DPRD Kabupaten Pemalang bisa melakukan kunjungan ke daerah lain terbaik tentang sampah, kemudian membawa tim lingkungan ahli lokal untuk belajar sehingga hasilnya bisa direalisasikan ke program daerah.
Dirinya melihat masih banyak permasalahan yang harus secepatnya diselesaikan oleh pemerintah daerah, sehingga kegiatan yang tidak diperlukan dan menguras anggaran dikurangi.
“Jadi kalau mau ada acara kunjungan bukan cuman anggota saja yang berangkat tetapi tim ahli dari stakeholder terkait ikut. Mereka akan belajar dalam penanganan masalah yang dilakukan daerah lain, untuk direalisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (fan/ree)










