Sapi Kurban Presiden Prabowo Hampir 1 Ton, Siap Disembelih di Pemalang

TILIK: Tim dokter hewan Dispertan Pemalang saat cek kesehatan Magentresna, sapi milik Presiden Prabowo yang akan disembelih di Masjid Agung Pemalang, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dibeli dari peternak asli Pemalang, salah satu hewan kurban milik Presiden RI, Prabowo Subianto akan disembelih di Masjid Agung Pemalang pada Hari Raya Idul Adha atau Kurban tahun 1446 Hijriah. Berjenis Simmental atau Swiss Fleckvieh, sapi tersebut memiliki bobot lebih dari 900 kilogram atau hampir satu ton.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispetan) Pemalang melalui tim dokter hewan, drh. Haviz Faisal. Ia membenarkan jika Presiden Prabowo telah membeli hewan kurban berupa satu ekor sapi di peternak lokal untuk disembelih di Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang. Pihaknya juga telah memeriksa dan mengawasi kesehatan sapi tersebut, dari struktur badan, mata, dan kuku.

“Sapi dari Pak Presiden Prabowo dibeli dari peternak lokal Pemalang. Tepatnya Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari. Sudah kita cek kesehatannya. Semuanya sehat dan akan terus diawasi sampai kurban nanti,” terangnya.

Pada proses pengecekan kesehatan terakhir, lanjut dia, sapi bernama Magentresna berjenis kelamin jantan ini memiliki bobot 958 kilo atau hampir menyentuh satu ton. Diperkirakan sapi presiden tersebut akan menjadi sapi terbesar dan terberat yang akan di sembeli di Masjid Agung Pemalang, di mana dagingnya akan dibagikan ke seluruh masyarakat Pemalang terutama di sekitar masjid.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban keseluruhan, pihaknya menuturkan di 2025 ini tidak ada temuan kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang sapi, kerbau dan kambing untuk kurban. Dengan pemberian anting atau kalung, masyarakat dapat mengecek kesehatan sapi yang telah diperiksa dokter hewan dispertan untuk melihat kualitasnya.

“Kita sudah laksanakan dan kemarin seluruh pemeriksaan berjalan lancar. Terutama pemeriksaan Ante-mortem untuk resiko PMK dan semuanya sehat tidak ada temuan kasus,” paparnya.(fan/iza)