Kompetisi untuk UMKM, Bina Produk Kuliner Lokal melalui KPUD

BANGGA: Salah satu finalis saat menunjukkan produknya pada Final Kompetisi Produk Unggulan Daerah 2025 di Pendopo Dipokusumo, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menggelar Final Kompetisi Produk Unggulan Daerah (KPUD) 2025 di Pendopo Dipokusumo. Ajang ini merupakan upaya mencari sekaligus membina produk kuliner olahan yang berpotensi menjadi ikon oleh-oleh khas Purbalingga.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Purbalingga Gunanto Eko Saputro menjelaskan, ini merupakan kompetisi perdana yang digelar di Purbalingga. Menurutnya, selama ini Purbalingga masih jarang memiliki kuliner olahan khas.

“Wisatawan sering kesulitan mencari oleh-oleh. Melalui KPUD ini, kita mencari dan mengompetisikan produk unggulan daerah untuk bisa menjadi identitas oleh-oleh Purbalingga,” katanya, belum lama ini.

Dijelaskannya, KPUD terbagi dalam dua kategori. Pertama, Inovatif Award, yaitu penghargaan bagi penggagas ide produk olahan terbaik yang ditujukan untuk UMKM pemula atau masyarakat yang belum memiliki usaha. “Finalis Inovatif Award dikurasi mulai dari tingkat kecamatan, dari 18 kecamatan masing-masing mengirimkan tiga produk terbaik,” jelasnya.

Adapun kategori kedua, yakni Brand Award, penghargaan bagi UMKM yang telah eksis dengan brand kuliner oleh-oleh mereka. “Total ada 22 finalis yang bersaing di Brand Award. Kedua kategori ini pada akhirnya bertujuan sama, yakni melahirkan oleh-oleh khas Purbalingga,” ujarnya.

Pemkab Purbalingga akan memfasilitasi hasil kompetisi ini melalui toko oleh-oleh khas yang bekerja sama dengan Owabong. “Pemenang maupun peserta finalis berkesempatan dipasarkan di toko oleh-oleh khas Purbalingga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Purbalingga Syahzani Fahmi M. Hanif menekankan, KPUD bukan sekadar lomba. Melainkan upaya berkelanjutan dalam membina pelaku UMKM.

“Dari kompetisi ini akan ada penghargaan sekaligus pembinaan langsung dari perangkat daerah terkait. Harapannya, UMKM potensial ini bisa terus didampingi, baik dari sisi pemasaran, digitalisasi, maupun penempatan produk di pusat oleh-oleh,” ungkapnya.

Dalam KPUD 2025, produk yang dilombakan meliputi makanan ringan kering, makanan basah dengan daya simpan tertentu, produk frozen baik camilan maupun lauk olahan, serta minuman. Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa, kemasan dan penggunaan bahan baku.

Final KPUD 2025 menetapkan para juara dari dua kategori yang dilombakan. Untuk Kategori Inovatif Award, Juara 1 diraih Muldiasih dari Kecamatan Kutasari, dengan produk Keripik Kulit Pisang. Sedangkan, Juara 2 diraih Astuti dari Kecamatan Pengadegan, produk Permen Pisang. Sementara, Juara 3 dimenangkan Suwitno dari Kecamatan Mrebet produk Onde-onde Mini.

Kemudian, pada Kategori Perwira Brand Award, Juara 1 berhasil diraih Bunga Palm milik Aris Yunantoro, Juara 2 diraih Elfath milik Asep Hidayat dan Juara 3 dimenangkan Nanas.Q milik Ngudiono. (abd/sam)