Gelar Puncak Peringatan HGN, Disdik Jateng Apresiasi GTK Berprestasi

PENGHARGAAN: Kepala Disdikbud Jateng Sadimin (kanan) saat menyerahkan apresiasi secara simbolis kepada GTK pada puncak peringatan HGN Jateng di Museum Ranggawarsita Semarang, Rabu (10/12/2025). (ALLAM MUZHAFFAR HANIF/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menggelar puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Museum Ranggawarsita, Kota Semarang, Rabu (10/12/2025). Agenda bertema Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Keberagaman Kinerja tersebut menjadi rangkaian terakhir setelah sejumlah kegiatan berlangsung sejak November.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sadimin menyampaikan bahwa puncak peringatan tahun ini sekaligus menutup rangkaian HGN ke-80.

“Hari Guru itu tanggal 25 November, dan puncaknya kami laksanakan hari ini. Ada talk show, apresiasi untuk kepala sekolah, guru hingga tenaga kependidikan,” terang Sadimin usai mengikuti Puncak Peringatan HGN 2025 di Museum Ranggawarsita, kemarin.

Menurutnya, beberapa kegiatan seperti talk show pada 20 November dan pertunjukan wayang kulit telah digelar sebelumnya. “Wayang kulit semalam suntuk itu untuk memeriahkan HGN 2025. Upacara juga sudah dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jateng pada 25 November,” jelasnya.

Sadimin menambahkan, momentum HGN menjadi pengingat bahwa kompetensi guru harus terus berkembang. Ia menegaskan pentingnya literasi digital dan pembelajaran berbasis teknologi.

“Guru masih ada yang berada di zona nyaman. Kompetensi harus ditingkatkan, termasuk pembelajaran mendalam, coding, dan Artificial Intelligence (AI),” tuturnya.

Ia menekankan bahwa seluruh guru, baik generasi muda maupun yang berusia di atas 50 tahun, perlu beradaptasi dengan teknologi. “Intinya keluar dari zona nyaman. Guru-guru harus belajar mengoperasikan komputer, memahami dasar-dasar AI, coding, semua sesuai kemampuan mereka,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin M
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin M. (ALLAM MUZHAFFAR HANIF/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang turut hadir, menekankan pentingnya penghormatan terhadap guru bukan hanya saat peringatan HGN.  “Hari guru itu kalau bisa tidak hanya setahun sekali. Kita harus menempatkan guru sebagai panutan sebagaimana ajaran Islam yang mengajarkan menghormati guru meski hanya mengajarkan satu huruf,” ujarnya.

Taj Yasin juga menitipkan pesan tentang pentingnya hubungan emosional antara murid dan guru. Ia juga menyebutkan dunia pendidikan bukan hanya di kelas. Di luar sekolah pun perlu adanya pengawasan. Yang paling utama, yakni membangun emosional antara murid dan guru.

“Puncak peringatan HGN ini saya harapkan menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Tengah, melalui peningkatan kompetensi guru dan penghargaan terhadap peran pendidik di tengah perkembangan zaman,” pungkas Wakil Gubernur Jateng yang kerap disapa Gus Yasin. (all/adf)