PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bergerak cepat menangani dampak kebakaran di Pasar Pagi Pemalang. Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat berencana segera membangun lapak darurat bagi 60 pedagang yang kiosnya ludes dilalap si jago merah akhir pekan lalu.
Kepala Diskoperindag Pemalang, Fera Joko Susanto menyampaikan, langkah awal yang dilakukan adalah pembersihan lokasi. Proses ini dijadwalkan mulai berjalan pada awal pekan ini untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan kios semipermanen yang terbakar.
Ia merinci, pembersihan puing diperkirakan memakan waktu selama tiga hari. Selanjutnya, proses pembangunan lapak darurat diprediksi membutuhkan waktu sekitar 10 hari.
”Kemarin kita data dan berikan bantuan sosial untuk mereka yang terdampak, totalnya ada sekitar 60 lapak. Kemungkinan akan mulai dibangun tahun depan dan pembersihan sudah dimulai dari sekarang,” ucapnya saat meninjau lokasi pasar pascakebakaran.
Target Rampung Dua Pekan
Dengan estimasi tersebut, total waktu pengerjaan dari pembersihan hingga lapak siap pakai diperkirakan memakan waktu antara 13 sampai 14 hari. Pemkab berupaya agar pedagang bisa segera kembali berjualan.
Terkait desain, Fera menjelaskan bahwa pembangunan lapak darurat akan menyesuaikan dengan landscape atau penataan lapak sebelumnya. Hal ini dilakukan agar tidak merubah tata letak yang sudah familiar bagi pedagang maupun pembeli.
Langkah percepatan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Pemalang. Tujuannya agar persoalan pasar segera tertangani dan roda perekonomian masyarakat, khususnya para korban kebakaran, dapat kembali berputar.
”Perintah Pak Bupati adalah upaya cepat pemulihan aktivitas jual beli di Pasar Pagi Pemalang khususnya di lapak yang terdampak,” pungkasnya. (fan/adf)










