Figur  

Kisah Diva Firli Puspitasari, Gadis Asal Kudus yang Sukses Bangun Bisnis E-Commerce

Diva Firli Puspitasari. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Di usia yang masih muda, Diva Firli Puspitasari membuktikan bahwa dunia digital dapat menjadi ladang peluang bagi siapa saja yang mau belajar dan konsisten. Perempuan kelahiran 26 Februari 2005 asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini kini fokus mengembangkan bisnis toko online melalui platform e-commerce.

Ketertarikannya pada dunia bisnis digital berawal dari keinginannya mempelajari ilmu finansial. Dari proses belajar tersebut, ia bertemu mentor yang mengajarkannya cara membangun toko online secara mandiri.

Pengalaman itu menjadi titik awal perjalanan bisnis yang kini terus ia kembangkan. Berbagai produk kesehatan dan kebutuhan pribadi dipasarkan melalui toko online-nya.

Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah pembalut premium dengan daya serap tinggi yang dinilai memiliki kualitas lebih baik dibanding produk sejenis. Selain itu, Diva juga menjual berbagai suplemen kesehatan, produk perawatan tubuh, serta kebutuhan penunjang gaya hidup sehat.

Baginya, bisnis online menjadi peluang yang menjanjikan karena dapat dijalankan secara fleksibel dari mana saja. Meski demikian, ia mengakui persaingan di dunia digital tidaklah mudah.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga kestabilan penjualan di tengah perubahan tren dan ketatnya persaingan pasar. “Omzet tidak selalu sama setiap hari.

Karena itu harus rajin membuat konten, promosi, dan memasang iklan agar toko tetap berkembang,” ujarnya. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, Diva selalu memastikan produk yang dikirim memiliki kualitas baik, masa kedaluwarsa yang masih panjang, serta dikemas dengan aman agar sampai ke tangan pembeli dalam kondisi terbaik.

Media sosial menjadi salah satu senjata utama dalam mengembangkan bisnisnya. Menurutnya, konten yang menarik dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan penjualan.

Di tengah kesibukannya mengelola toko online, Diva tetap menyempatkan diri menjalani hobi yang digemarinya, yakni berolahraga dan berkesenian. Ia menilai keseimbangan antara pekerjaan dan aktivitas yang disukai penting untuk menjaga semangat dan produktivitas.

Perempuan berusia 21 tahun itu juga memiliki cita-cita mulia menjadi mentor kesehatan mental. Baginya, kesehatan mental memiliki peran penting dalam membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan hidup.

Moto hidup yang selalu dipegangnya adalah, “Kamu bisa nangis seharian, tapi besok dunia tetap nggak peduli. Jadi bangun, dandan yang cantik, dan hajar semuanya.”

Kalimat tersebut menjadi pengingat baginya untuk tetap kuat dan terus melangkah menghadapi berbagai rintangan. Meski pernah mengalami masa-masa sulit ketika penjualan menurun, Diva memilih untuk bangkit dan kembali fokus pada tujuan awal membangun usahanya.

Konsistensi, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mengembangkan bisnis digital. Ke depan, ia berharap toko online yang dikelolanya dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Tidak hanya itu, Diva juga ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak muda yang tertarik memulai bisnis online. Saat ini, selain mengembangkan toko online miliknya, Diva juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar membangun toko online dan mendapatkan penghasilan tambahan melalui bisnis digital. (iza/rds)