PEMALANG, Joglo Jateng – Tujuh partai politik (Parpol) di Kabupaten Pemalang telah menerima dana bantuan politik (Banpol). Dana banpol tersebut, sesuai aturan yang baru akan digunakan untuk pendidikan politik.
Kepala Bidang Sosial dan politik Bakesbangpol Pemalang Kustanto mengatakan, ketujuh parpol tersebut telah menerima dana banpol sebanyak Rp933.915.000, dan sudah dicairkan bulan lalu.
“Sudah dicairkan bulan lalu. Tujuh parpol yang mendapatkan kursi, menerima dana itu langsung ke rekening masing-masing. Dana itu sebagian besar akan digunakan untuk pendidikan politik” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah partai yang memiliki kursi di Pemalang berjumlah tujuh partai. Di antaranya, PDIP dengan jumlah banpol Rp320.302.500, PKB sebanyak Rp176.341.500, PPP sebanyak Rp118.639.500 dan Golkar sebanyak Rp119.035.000.
Selain itu, partai Gerindra menerima Rp92.838.000, PKS Rp80.989.500 dan yang terakhir Nasdem dengan nominal Rp25.768.500.
“Besaran dana parpol yang diberikan, berasal dari jumlah suara dan berapa kursi yang didapat. Kemudian dikalikan dengan standar nominal daerah masing-masing,” terangnya.
Ia melanjutkan, saat ini standar di Pemalang sendiri untuk banpol adalah Rp1.500 per suara untuk tahun 2021. Sampai saat ini, ia juga belum tahu apakah pada tahun depan akan ada penambahan dana banpol atau tidak.
Sementara itu, ketua DPC Partai Gerindra Pemalang Rama mengungkapkan, dengan kondisi tingkat kepercayaan masyarakat yang semakin rendah terhadap partai politik. Ia akan memprioritaskan dana banpol tersebut untuk pendidikan politik.
“Itu kan sudah ada aturannya. Kami akan menggunakan 75 persen banpol tersebut untuk pendidikan politik, khususnya bagi kader partai di seluruh ranting dan secara umum ke masyarakat. Baru 25 persen sisanya untuk administratif. Itu juga akan diperiksa oleh BPK,” terangnya. (fif/all)










