REMBANG, Joglo Jateng – Ratusan orang berpakaian batik karnaval, baju Adat Kanung, dan pakaian kebaya kombinasi batik tulis berjalan kaki dari perempatan Jolotundo hingga perempatan lampu merah Lasem, akhir pekan lalu. Mereka semua tengah mengikuti kirab Batik Tulis Lasem, dalam rangka Hari Jadi Kota Lasem ke-1.140.
Peserta kirab tersebut terdiri dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari perangkat desa yang ada di Lasem, jajaran kecamatan, pengrajin batik tulis, perwakilan dari sekolah SD sampai SMA sederajat, dan perwakilan dari kategori umum.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyambut baik atas digelarnya kirab tersebut. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan hari jadi Lasem, sekaligus mendukung kecamatan yang telah ditetapkan sebagai Kota Pusaka oleh pemerintah. Lasem dengan segala keberagaman umat beragama dan etnis berhasil memelihara toleransi dan kerukunan. Hal ini disebut Bupati Hafidz sangat penting untuk mendukung pembangunan suatu daerah.
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini, kita bisa membangun budaya kerukunan dengan baik. Meskipun berbeda-beda agama, suku, dan etnis bisa tetap hidup rukun tanpa adanya gesekan. Ini yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan,” tuturnya.
Di depan panggung kehormatan dekat dengan masjid Jami’ Lasem, warga dan tamu undangan bisa menyaksikan penampilan tari orek-orek, marching band pelajar, dan kesenian barongsai.
Antusias masyarakat pun cukup tinggi, mereka sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan kirab tersebut di sepanjang rute. Salah satu warga Lasem yang menonton kirab adalah Ika Yunita, warga Desa Babagan. Ia sengaja menyaksikan kirab bersama anak dan sejumlah keponakannya.
“Iya ini sudah kangen lama tidak ada karnaval sejak pandemi. Kebetulan ini anak-anak juga ingin melihat drumben sama batik karnaval Lasem. Event seperti ini buat bangga kita orang Lasem, ” ungkapnya. (hms/abd)










