Pati  

Pemkab Pati Komitmen Penuhi Kebutuhan Makan Korban Banjir

KONDISI: Tampak sejumlah orang sedang melewati banjir di Desa Kalidoro, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyatakan komitmennya memenuhi kebutuhan makan sehari-hari korban banjir bandang di Kecamatan Margoyoso dan Pati Kota yang berada di tempat pengungsian. Hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak langsung bencana tersebut.

Bupati Pati, Haryanto mengatakan, selain tidak bisa beristirahat dengan baik, para pengungsi juga tidak bisa memasak seperti sebelumnya. Bahkan pakaiannya pun hanyut tersapu banjir. Menurut dia, dalam menyelesaikan permasalahan soal banjir, harus ada skala prioritas dengan mengutamakan warga yang tidak punya tempat tinggal.

“Kesehatan para pengungsi juga harus diperhatikan, karena mereka di pengungsian dimungkinkan tidak sebentar karena penyelesaiannya bisa berminggu-minggu karena berkaitan dengan infrastruktur. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen agar bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir menyediakan kebutuhan pangan dan air bersih setiap harinya,” ujarnya.

Pemkab Pati juga akan mengerahkan armada untuk mengangkut sisa-sisa lumpur dan sampah dari pemukiman warga. “Nantinya ada armada pemadam kebakaran juga dikerahkan, dari PMI juga disiapkan dalam rangka membantu pembersihan rumah itu, juga sekaligus membantu membersihkan jalan-jalan yang terkena lumpur dan tidak bisa dilewati,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, saat ini semua pihak harus menyatukan visi dan fokus dalam penanganan dampak pasca bencana yang terjadi. Di antaranya dengan membentuk tim gabungan yang bertugas sesuai bidangnya. Mulai distribusi makanan, obat-obatan, kebutuhan pokok, serta penanganan tanggul jebol yang menjadi titik fokusnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat, terdapat 26 desa yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi di wilayah Lereng Gunung Muria. Sedangkan rumah warga yang mengalami rusak berat hingga ringan ada 42 unit. (ara/abd)