Wapres: Perlu Pemimpin Transformatif Menuju Indonesia Emas

FOTO: Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjadi narasumber pada pidato kebangsaan bertemakan di Auditorium Hadratussyaikh KH.Hasyim Asy'ari Lt.9, Menara Al-Musthofa, Universitas Alma Ata, Bantul, Senin (24/10). (DOKUMENTASI PRIBADI/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) menjadi narasumber dalam Pidato Kebangsaan II bertemakan Kepemimpinan Transformatif untuk Mengawal Terwujudnya Indonesia Emas 2045, di Auditorium Hadratussyaikh KH.Hasyim Asy’ari Universitas Alma Ata, Bantul, Senin (24/10). Dalam menuju Indonesia Emas tahun 2045, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bersifat transformatif guna mewujudkan hal tersebut.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa pada Tahun 2045, Indonesia diproyeksikan menjadi Indonesia Emas. Hal tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Indonesia.

“Kesempatan ini dioptimalkan agar terlahir generasi emas untuk menjadi pemimpin dunia yang humanis dan berakidah islam yang kuat,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Pidato Kebangsaan II, di Universitas Alma Ata, Senin (24/10).

Menurutnya, pempin yang transformatif adalah pemimpin yang dapat melakukan perubahan dan perbaikan secara kontiunitas atau secara terus-menerus. Sehingga dalam kesempatan di Tahun 2022 ini adalah kesempatan untuk menyiapkan Indonesia Emas di 2045 mendatang.

“Tidak lama lagi, tersisa 23 tahun. Ini menjadi kesempatan untuk menyiapkan, melahirkan pemimpin yang bisa membawa percepatan tercapainya Indonesia Emas,” pungkasnya.

Ia mencontohkan, Rasulullah sebagai pemimpin yang berhasil merubah masyarakat jahiliyah menjadi Khairu Ummah. Ia pun telah berhasil merubah orang biasa menjadi luar biasa.

“Nabi Muhammad telah merubah orang biasa menjadi luar biasa, contohnya Abu Bakar As-Shidiq, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Kemudian juga bisa merubah Madinah menjadi kota besar yang mendunia, menjadi pusat peradaban dunia,” terangnya.

Ia berharap, bahwa kisah Rasulullah dapat menjadi sumber inspirasi di dalam menciptakan perubahan. Sehingga nantinya dapat menjadi pemimpin yang transformatif dan inovatif.

“Terlebih sebentar lagi menghadapi pemilu, pemilihan presiden ini kita berharap dapat terpilih pemimpin yang transformatif, memiliki perubahan besar untuk melanjutkan Presiden Jokowi dan presiden sebelumnya. Saya berharap di dalam perbedaan memilih presiden, partai politik tidak menjadi sumber perpecahan bangsa,” paparnya.

Sehingga, ia menginginkan memilih calon presiden yang memiliki sifat-sifat transformatif tersebut. Pemimpin yang dapat menjaga komitmen kebangsaan, mensukseskan Indonesia maju, sehingga tahun 2045 menjadi Indonesia Emas. “Saya yakin bisa mencapai Indonesia emas,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Alma Ata, Hamam Hadi mengatakan, dipilihnya narasumber Wakil Presiden (Wapres) tersebut dikarenakan Ma’ruf Amin adalah salah satu orang yang sangat kompatibel untuk terwujudnya Indonesia Emas di tahun 2045. Hal ini sesuai kepemimpinan Rasulullah, sehingga mampu dijadikan rujukan pemimpin dan calon pemimpin di masa mendatang.

“Topik ini lebih relevan ketika bangsa Indonesia memasuki tahun politik, di mana suhu politik sudah mulai hangat-hangat panas. Mudah-mudahan kedatangannya dapat mengarahkan pemimpin Indonesia yang berkahlakul karimah,” imbuhnya. (ers/all)