SEMARANG, Joglo Jateng – Kuliner Kauman di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang (MAS) menjadi salah satu pusat wisata kuliner di Kota Semarang. Adanya kuliner ini tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, melainkan juga turut menjadi ajang dakwah atau syiar agama Islam.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Yayasan Masjid Agung Semarang, Muhaimin. Menurutnya berdakwah tidak harus dengan pengajian saja, tetapi bisa lewat aktivitas ekonomi atau perdagangan. Seperti halnya melalui wisata kuliner yang baru saja diresmikan pada Juli 2022 lalu tersebut.
“Ini salah satu syiar, syiar itu tidak harus dengan pengajian, tapi juga dengan ini (aktivitas kuliner). Karena kalau di sini paling tidak pengunjung kan bisa kenal dengan masjid, Masjid Kauman,” ungkapnya, baru-baru ini.
Muhaimin mengatakan, Kuliner Kauman dibuka setiap malam di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Menurut pengamatannya, di saat adanya jadwal Kuliner Kauman tersebut Masjid Agung Semarang yang bisanya sepi menjadi semakin ramai oleh jemaah.
Di waktu Magrib maupun Isya, banyak pengunjung Kuliner Kauman yang menyempatkan diri ke masjid untuk salat maupun istirahat sejenak. Sementara di jeda waktu antara Magrib dan Isya tersebut, Masjid Agung Kauman rutin mengadakan pengajian.
Menurut Muhaimin, hal ini juga bisa dinamakan sebagai syiar Islam. Pasalnya pengunjung kuliner Kauman melakukan aktivitas keagamaan seperti salat, zikir, dan secara tidak langsung juga mendengarkan pengajian.
“Kegiatan-kegiatan kuliner kan bersinggungan dengan masyarakat langsung. Sebelumnya di Masjid jarang jemaahnya, kalau sekarang pas waktu Magrib ramai,” ujarnya.
Selama dibuka, pengunjung Kuliner Kauman bisa mencapai 1000 orang. Menurut Muhaimin, banyaknya pengunjung yang datang membuat para pedagang merasakan dampaknya. Ia berharap, adanya Kuliner Kauman bisa membantu meningkatkan perekonomian warga Kota Semarang.
“Yang datang di kuliner itu ribuan dan data itu yang bilang dari Polda Jawa Tengah. Kemarin perwakilan Polda Jateng ke sini dan menyampaikan bahwa karena ini dikunjungi sampai ribuan orang maka dari pihak Polda ada yang selalu memantau menjaga keamanan,” tutupnya.
Salah satu pengunjung asal Rowosari Kecamatan Tembalang, Kartika Dwi (24) mengaku bahwa setiap kali dirinya berkunjung ke Kuliner Kauman akan menyempatkan diri di masjid. Ia ke Masjid Agung Kauman untuk menunaikan salat Magrib dan Isya.
“Enaknya kulineran malam disini itu karena jajanannya enak, kemudian dekat masjid. Jadi kalau mau salat atau istirahat dekat,” ucapnya saat ditemui di Masjid Agung Kauman Semarang, baru-baru ini. (luk/mg4)










