Pemkot Yogyakarta Minta Masjid Gencarkan Gerakan Zero Sampah Anorganik selama Ramadan

PAPARAN: Suasana Talk Show Agenda Ramadan Kota Yogyakarta, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada pengurus takmir masjid di Yogyakarta, untuk memastikan Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) terus digencarkan selama Ramadan. Hal ini untuk mendukung program Pemkot yang akhir-akhir ini terus dilakukan.

Kepala Kemenag Kota Yogyakarta Nadhif menuturkan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan ke masjid-masjid untuk turut menjaga sampah yang dihasilkan dari kegiatan Ramadan. “Sudah kami imbau ke pengurus masjid se-Yogyakarta untuk menjaga sampah-sampahnya, sebagai bagian meningkatkan kualitas bulan suci Ramadan juga,” katanya, belum lama ini.

Para pengurus masjid di Yogyakarta juga antusias dan berkomitmen untuk turut memberlakukan pemilahan sampah. Menurutnya, suksesnya agenda Ramadan tahun ini dinilai dari terjaganya sampah yang ada dan minimnya sampah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, akan ada banyak agenda Ramadan yang diselenggarakan baik oleh Pemkot maupun masyarakat. Mengingat sudah tidak adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Banyak agenda, tentu potensi sampah yang dihasilkan juga semakin banyak. Hal itu sudah kami koordinasikan bersama untuk tetap berkomitmen mengendalikan sampah. Pemilahan sampah selama Ramadan akan diberlakukan lebih ketat,” tuturnya.

Pihaknya juga akan terus berkomitmen untuk mengurangi sampah residu, yaitu sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi, agar buangan sampah Yogyakarta terus menurun. “Kami antisipasi bulan Ramadan, agar nantinya tidak melonjak lagi,” imbuhnya.

Sementara Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Pangeran Diponegoro Muchtasor mengaku, pihaknya akan mendukung komitmen Pemkot untuk pengendalian sampah. “Kami banyak kegiatan selama bulan Ramadan ini. Tentu komitmen pengendalian sampah kami jalankan juga dengan koordinasi dengan seluruh pengurus masjid, agar kegiatan yang ada seminimal mungkin mengurangi sampah,” katanya.

Koordinasi dengan pengurus Masjid Pangeran Diponegoro sudah dilakukan. Dengan menanamkan standar pengolahan sampah dengan tepat. “Kegiatan kami selama ini juga sudah tidak menggunakan pembungkus makanan yang menimbulkan sampah,” tuturnya.

Selain itu, sukarelawan kegiatan Ramadan juga sudah disiapkan untuk ikut membantu penanganan sampah. “Kami buka open recruitment kepada mahasiswa. Sehingga nantinya akan kami arahkan untuk membantu menangani sampah,” pungkasnya. (cr5/abd)