Jelang Iduladha, Harga & Stok Bahan Pokok Stabil

TRANSAKSI: Para pembeli dan pedagang saat melakukan aktivitas jual beli di Pasar Pagi Pemalang, Senin (26/6/23). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Jelang Hari Raya Iduladha 1444 H/2023 M, harga sejumlah bahan pokok terutama di Pasar Pagi Kabupaten Pemalang terpantau tidak mengalami kenaikan untuk harga dan stok. Bahkan dari data Dinas Koperasi, Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Diskoperidag) Pemalang, ada beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan, seperti pada komoditi bawang merah dan putih.

Kepala Seksi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Diskoperidag Pemalang Tiyas Kusbudiarsih menyampaikan, dari hasil monitoring di beberapa pasar di Pemalang jelang Hari Raya Iduladha 2023, stok dan harga bahan pokok terpantau aman. Salah satu alasan utamanya karena tidak adanya kenaikan permintaan di masyarakat.

“Kita lihat sampai sekarang tidak ada kenaikan ataupun penurunan secara signifikan dari permintaan di masyarakat. Ini berpengaruh pada naik turunnya harga bahan pokok di tingkat pedagang, di mana jelang Iduladha ini belum ada masih normal,” ujarnya.

Meski begitu, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, yaitu pada komoditi cabai. Beberapa di antaranya adalah cabai merah besar dari harga Rp 25.000-Rp 27.000 kini naik menjadi Rp 40.000 per kilonya, cabai rawit Rp 32.000-Rp 36.000 per kilo, rawit merah Rp 30.000-Rp 35.000 per kilo, dan merah keriting Rp 40.000 per kilo.

Untuk komoditi bawang merah memiliki harga yang bervariatif sesuai kualitasnya, dari yang biasa Rp 25.000 per kilo dan super Rp 40.000 per kilo. Bawang putih juga sama, namun harganya lebih rendah, yaitu dari harga Rp 35.200 per kilo kini turun menjadi Rp 35.000 per kilo.

Salah satu pedagang di Pasar Pagi Pemalang Janatun (57) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini harga bahan pokok menuju Iduladha masih aman. Dijelaskan bahwa kemungkinan penyebabnya karena lebaran ini tidak seperti Idulfitri, di mana banyak masyarakat datang dari ibu kota mudik, merayakannya di kampung halaman.

“Harganya masih stabil dan permintaan juga sama. Kemungkinan karena tidak ada mudik, jadi masyarakat tidak seperti Idulfitri kemarin. Mudah-mudahan kalau pun nanti naik harga diimbangi dengan kenaikan keinginan membeli masyarakat, sebab percuma kalau masyarakat tidak ingin beli kita pedagang malah bingung dan rugi,” tandasnya. (fan/abd)