Restorasi Loko Uap Jokowi Telan Rp 2 Miliar

Loko uap jenis D1410 tiba di Stasiun Lempuyangan
DIRESTORASI: Loko uap jenis D1410 tiba di Stasiun Lempuyangan  pukul 15.20 WIB setelah memperoleh perbaikan di Balai Yasa Yogyakarta selama 1 tahun.(PUJOKO/LINGKAR JATENG)

SOLO– Lokomotif Kuno pesanan Joko Widodo semasa menjabat Wali Kota Solo diperbaiki di Balai Yasa Daops VI Jateng-DIY. Perbaikan dan restorasi lokomotif uap tersebut menelan anggaran hingga Rp 2 miliar.

Diungkapkan Kepala Daops VI Yogyakarta Eko Purwanto, biaya restorasi loko uap dari Jerman tersebut kurang lebih mencapai Rp 2 miliar.

Iduladha

Perawatan selanjutnya dari loko uap yang berkecepatan 80 kilometer/jam dengan membawa gerbong.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno menyatakan, terkait operasionalisasi loko uap ini akan dilakukan koordinasi dengan PT KAI Daops VI DIY-Jateng.

Baca juga:  Nana Sudjana: Sinkronisasi dan Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan Jawa Tengah

”Saya mendapat kabar baik dari Pak Eko, ada gerbong untuk meeting. Nanti sama beliau akan digabungkan saat penyerahan kepada Pemkot Solo pada 16 Februari,’’ kata Hari.

Disinggung apakah loko uap pengganti Jaladara ini bisa digunakan untuk rute Solo-Wonogiri, Hari menjawab, nanti akan dicoba terlebih dahulu dengan berkoordinasi dengan PT KAI. Loko uap kuno ini sebelumnya didatangkan Joko Widodo yang kini menjabat Presiden RI dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk kereta wisata di Kota Solo pada November 2016 lalu.

Akan tetapi, loko kuno ini mangkrak lantaran komponennya susah didapatkan di pasaran. Sehingga belum bisa reaktivasi dalam waktu lama. (cr5/mhs/lut)

DPRD Batang