Green Human Resource Management dan Keberlanjutan Bisnis

Nurudin, Dosen FEBI UIN Walisongo
Nurudin, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula, Dosen FEBI UIN Walisongo.

Oleh: Nurudin
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unissula, Dosen FEBI UIN Walisongo.

Isu tentang lingkungan hidup selalu hangat untuk didiskusikan oleh para pengusaha, karena lingkungan hidup merupakan salah satu aspek penting bagi perkembangan usahanya. Menjaga keseimbangan antara lingkungan hidup dengan meningkatnya usaha menjadi tantangan besar bagi para pengusaha. Kegiatan operasional perusahaan dalam proses pengambilan, pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan secara eksploratif dan berlebihan tanpa memperhatikan pelestarian lingkungan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup di darat, laut dan udara yang dapat merugikan
bagi manusia itu sendiri.

Larangan terkait kerusakan lingkungan terdapat dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah 205. “Dan apabila dia berpaling (dari Engkau), ia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.” Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia adalah sebagai khalifah Allah SWT atau pengganti-Nya yang diperintahkan untuk mengurus segala sesuatu yang ada di bumi ini, maka hendaknya manusia itu berlaku baik kepada alam ini agar kelestarian lingkungan tetap terjaga. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam keberlangsungan bisnis, perusahaan perlu mengelola Green Human Resource Management (Green HRM). Green HRM merupakan suatu kebijakan perusahaan dalam pengelolaan sumber daya manusia secara berkelanjutan dengan melibatkan aspek lingkungan untuk menjaga kelestarian alam dalam pengelolaan perusahaan. Fungsi Green HRM adalah menjadi penggerak kelestarian lingkungan dalam organisasi dengan menyelaraskan praktik dan kebijakannya dengan tujuan keberlanjutan yang mencerminkan fokus lingkungan (Nawangsari dan Sutawidjaya, 2019).

Keunggulan Green HRM, meliputi keputusan bisnis yang ramah lingkungan, tenaga kerja yang ramah lingkungan, retensi karyawan, mengurangi biaya dan meningkatkan penjualan. Untuk menerapkan budaya perusahaan hijau, sangat penting bagi organisasi dalam mempromosikan banyak keterampilan teknis dan manajemen di antara semua karyawan organisasi (Cherian & Jacob, 2012). Organisasi akan ideal untuk menerapkan praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif, jika memiliki beberapa hal berikut:

Pertama, strategi rekrutmen dan seleksi yang ketat. Proses ini harus mempertimbangkan persyaratan kompetensi jangka panjang perusahaan terkait visi keberlanjutan yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Kedua, sistem manajemen kinerja. Sistem ini diperlukan untuk mengembangkan standar dan indikator kinerja lingkungan. Ini dapat dimulai dengan menghubungkan evaluasi kinerja dengan tujuan dan tugas yang ditentukan dalam deskripsi pekerjaan.

Ketiga, pelatihan dan pengembangan. Kegiatan ini dikembangkan untuk karyawan di semua tingkatan harus menyentuh aspek sosial dan lingkungan.

Keempat, keterlibatan dan partisipasi karyawan. Keterlibatan karyawan pada tingkat perumusan strategi lingkungan, akan melengkapi mereka dengan lebih baik dalam memasarkan produk ramah lingkungan. Partisipasi karyawan yang ramah lingkungan dapat membantu mencegah polusi dari tempat kerjanya.

Kelima, kompensasi dan penghargaan. Ini merupakan sistem imbalan finansial dan nonfinansial, yang bertujuan menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan untuk berkontribusi pada tujuan lingkungan.(*)