Yatim Piatu akibat Covid-19 akan Diberi Beasiswa

  • Bagikan
SIAPKAN: Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat berbicara kepada publik, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SLEMAN, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim-piatu. Mereka diberi beasiswa jika salah satu atau kedua orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ingin memastikan anak-anak tersebut tetap dapat mengenyam bangku pendidikan. “Makanya kami fasilitasi bantuan pendidikan dari mulai SD sampai SMA/SMK,” ujarnya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah membuat banyak anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman menunjukkan ada 113 anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua akibat pandemi Covid-19.

Menurut data dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman, jumlah anak yatim atau piatu dari keluarga miskin atau rentan miskin sebanyak 27 anak. Kustini mengatakan, Dinas Sosial akan memberikan bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS). “Keluarga anak yatim-piatu yang masih ada bisa mengajukan ke Dinas Sosial dan kemudian diverifikasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Meski Rumit, Optimistis Uji Coba PTM Lancar

Dia mengatakan, bantuan pendidikan untuk anak-anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi nilainya sekitar Rp5 juta setiap tahun. Selain memberikan beasiswa, Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan bantuan sosial Rp200 ribu per anak selama enam bulan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19.

“Selain bantuan pendidikan, anak yatim-piatu juga akan mendapatkan bantuan sosial dari JPS juga sebesar Rp200 ribu. Nanti bisa diregulerkan juga bantuan tersebut sesuai dengan kondisi keluarganya,” terang Kustini.

Bupati Sleman meminta Dinas Sosial bergerak cepat memverifikasi data anak-anak di Sleman yang kehilangan orang tua akibat pandemi. “Pemberian bantuan pendidikan ini bukan saja menjaga akses pendidikan bagi anak. Tetapi juga menyelamatkan satu generasi di masa mendatang,” pungkasnya. (ara/zul)

  • Bagikan