Blora  

RS NU Cepu akan Diaktifkan Kembali

Bupati Blora, Arief
CEK: Bupati Blora, Arief ketika meninjau gedung eks RS NU Cepu yang berada di Jl. Gajahmada dengan lahan seluas 5.000 meter persegi, belum lama ini. (HUMAS / JOGLO JATENG)

BLORA, Joglo Jateng – Bupati Blora Arief Rohman mendorong pengaktifan kembali Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) yang dulu diresmikan oleh KH Abdurrahman Wahid di Kecamatan Cepu. Hal ini diharapkan Bupati, agar bisa ikut berkontribusi memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Blora.

“Kami ingin RS NU ini bisa aktif kembali untuk memberikan pelayanan kesehatan. Rencananya akan kita jadikan rumah sakit tipe D, dengan menggandeng investor. Kita minta agar tahapan ini bisa dikawal Dinas Kesehatan. Semoga tahun depan sudah bisa dibuka, mengingat gedungnya sudah ada tinggal renovasi dan perbaikan,” ungkap Bupati.

Dengan semakin banyak rumah sakit di Kabupaten Blora, maka bupati berharap ada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Terlebih lagi Cepu diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Tengah bagian timur. Sehingga fasilitas kesehatan juga perlu disiapkan.

“Ini menandakan bahwa kala itu Gusdur pun punya cita-cita agar di Cepu ini bisa berdiri RS NU. Maka sudah sepantasnya kita bisa melanjutkannya,” ucap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat, siap untuk mengawal pengaktifan kembali RS NU ini bersama pengurus NU Kecamatan Cepu. Ia mengungkapkan, rencananya rumah sakit tersebut akan difungsikan sebagai rumah sakit untuk ibu dan anak.

“Investornya kita ajak langsung untuk melihat lokasi. Tadi ada juga Pak Camat Cepu dan pengurus NU Kecamatan Cepu,” ujar Edi Widayat.

Menurutnya, saat ini kebutuhan ideal tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Blora masih kurang banyak. Mengingat jumlah penduduk yang hampir 1 juta jiwa.

“Blora masih kurang sekitar 400 tempat tidur, 6 Rumah Sakit di Blora (RSUD maupun swasta) baru ada sekitar 600 tempat tidur. Sehingga dengan adanya RS NU ini nantinya bisa menambah ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Blora. Tentunya diimbangi dengan kualitas pelayanan yang baik,” tambah Edi Widayat. (hms/fat)