Pemerintah Mendorong Urban Farming Menjadi Kawasan Agrowisata

BERTANI: Agrowisata Urban Farming di Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng – Pemerintah mendorong urban farming menjadi kawasan agrowisata. Sebab, model pertanian di perkotaan ini dinilai mampu menjadi salah satu strategi mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Untuk itu, Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, meninjau lokasi Agrowisata Urban Farming di Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Ia didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Susiwijono menyebut, urban farming dapat dijadikan solusi di tengah pandemi. Pasalnya, kemandirian warga untuk bertani di kawasan yang minim dapat berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Sehingga masyarakat tersebut tidak selalu mengandalkan pangan dari daerah lain,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (29/9).

Praktik urban farming memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Sehingga, moda pertanian ini dapat terus berkembang.

“Masyarakat tentunya perlu untuk memiliki tingkat kepedulian yang sama agar program ini dapat berhasil, terlebih lagi peran dari semua stakeholder,” imbuhnya.

Kawasan Agrowisata Urban Farming di Kelurahan Pajajaran tersebut dibangun di atas Sungai Cipedes yang mengalir di antara pemukiman warga. Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, masyarakat menyulapnya menjadi kebun mini yang dapat ditanami berbagai macam hortikultura. Seperti sayuran, buah, dan tanaman hias.

Kedepannya, urban farming tersebut akan terus dikembangkan menjadi kawasan agrowisata yang menarik. Pemerintah mengharapkan adanya kolaborasi dari semua stakeholder. Sehingga, sistem pertanian ini tidak hanya memberi manfaat bagi warga di kawasan tersebut. Melainkan juga membantu kebutuhan masyarakat di daerah sekitar. (ara/ern)