SEMARANG, Joglo Jateng – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan bahwa aturan perjalanan domestik tanpa tes Covid-19 belum pas diterapkan di Jateng. Sebab, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa kabupaten/kota mengalami kenaikan level dan capaian vaksinasinya rendah.
Hal itu disampaikan oleh Ketua IDI Jateng, dr Djoko Handojo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/3). Ia justru mempertanyakan terkait penjelasan teknis aturan tersebut.
“Kalau dilonggarkan seperti itu, masalahnya kita (Jawa Tengah) baru saja menerima Imendagri (Intruksi Menteri Dalam Negeri) bahwa di Jawa Tengah ada yang naik level,” kata Djoko, sapaan akrabnya.
Ia menuturkan, Kota Semarang saat ini masuk PPKM Level 2. Sehingga, adanya kelonggaran-kelonggaran tersebut dinilai kurang pas. “Seharusnya kelonggaran aturan itu, kalau turun (level). Jadi ini (aturan transportasi) masih belum jelas bagaimana teknisnya,” ujarnya.
Hingga sekarang, pihaknya masih mencari penjelasan soal aturan teknis tersebut. Sebab, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum menurunkan intruksi serupa.
“Begini saya terus terang saja, kami masih mencari penjelasan siapa yang memberikan keterangan tersebut. Karena setau saya, dari Kementerian Kesehatan kok belum saya terima itu informasinya,” ucapnya.
Djoko menambahkan, saat ini pihaknya akan mengikuti terlebih dahulu instruksi dari Kemenkes. Ia pun menunggu teknis dan informasi lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut. (dik/gih)










