SLEMAN, Joglo Jogja – Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil mengajak umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Selain dengan ibadah, mensyukuri nikmat juga menjadi salah satu upaya menuju ketaqwaan.
Sebagai gubernur Jawa barat, ia mengaku selalu memegang tiga prinsip sebagai pemimpin yang beragama Islam. Salah satunya adalah selalu menjadikan hidup menjadi ibadah.
“Hidup kalau tidak ada tujuan itu hampa, jadi niatkan kehidupanmu sebagai ibadah. Jadikan apapun profesi atau pekerjaanmu menjadi nikmat dan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya, saat memberikan tausiyah di masjid UGM.
Lebih jauh, menurutnya nilai spiritualitas itu penting. Pasalnya dalam menjalani profesi seseorang akan selalu menerima respon, entah positif maupun negatif. Sehingga pujian atau bully-an akan dihadapi dengan bijaksana.
Selain itu, sebagai pemimpin ia menerapkan bahwa kekuasaan itu hanya sementara. Sehingga, ia menyadari bahwa kekuasaan yang ia miliki semata hanya titipan dari Allah SWT.
“Semua itu ada awal dan akhir. Kalau orang tahu itu sementara, maka orang tidak akan macam-macam. Allah kasih kekuasaan yang ia kehendaki, makannya kekuasaan tidak selamanya,” lanjutnya.
Terakhir, ia mengungkapkan bahwa sebagai manusia itu harus bermanfaat kepada sekitar. Sebagai pemimpin yang mempunyai jabatan dan wewenang ,ia berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan manfaat kepada sekitar.
Kebermanfaatan itu menurutnya bisa dilakukan siapa saja, bukan hanya seorang pemimpin. Manfaat itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti kebermanfaatan waktu, ilmu, harta maupun kekuasaan.
“Buat apa jadi pemimpin kalau hidupnya tidak ada manfaatnya. Sebagai Mahasiswa mungkin bisa menggunakan waktu dan ilmunya untuk narasikan kebenaran untuk rakyat,” pungkasnya. (fif/bid)










