Bupati Harapkan Harap Masalah Sampah Selesai di Tingkat Desa

MENILIK: Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih melihat Laboratorium Sampah di Desa Murtigading, Sanden, Bantul, Kamis (2/6). (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni mendatang, Pemerintah Kabupaten Bantul meresmikan laboratorium sampah di Murtigading, Sanden, Bantul. Diharapkan nantinya permasalahan sampah di Bantul dapat terselesaikan di tingkat desa. Serta laboratorium ini menjadi role model bagi Bantul dan DIY.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, laboratorium lingkungan hidup dibuat untuk  mendaur ulang sampah. Sehingga sampah-sampah dari rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali sesuai dengan jenisnya masing-masing.

“Hari ini kita saksikan disini, sampah dari sisa makanan rumah tangga dijadikan input pakan maggot. Kemudian maggot tersebut hasilnya digunakan untuk pakan ternak dan ikan, kasgotnya untuk media tanam,” ujarnya saat diwawancarai kemarin.

Halim menambahkan, hal ini disebut sebagai sirculer ekonomi. Yaitu siklus ekonomi yang berputar. Sehingga ia berharap permasalahan sampah selesai di desa.

“Nah jika ini dilakukan di seluruh wilayah Murtigading, harapan saya sampah itu selesai di Murtigading. Ini akan terus kita uji coba,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya masih mempunyai pekerjaan untuk sampah-sampah non organik. Dimana sesungguhnya sampah jenis ini mempunyai nilai jual.

“Kita masih punya pr sampah-sampah non organik. Seperti plastik, kaca logam, kertas, ini jika dipilah memang ada harganya. Tidak usah di recycle pun, dijual langsung pasti ada yang mau membeli,” imbuhnya.

Sehingga jika sistem tersebut dirasa bagus, maka ekosistem sampah dari hulu ke hilir tersebut selesai di Desa Murtigading. Nantinya desa tersebut bisa dijadikan percontohan untuk Bantul dan DIY.

“Kalau sistem ini mantap, ekosistem dari hulu ke hilir mantap di Murtigading, maka Murtigading bisa menjadi role model. Hal ini untuk pengolahan lingkungan hidup, utamanya sampah,” ucapnya.

Halim mengapresiasi Desa Murtigading bersama Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang telah bersinergi membuat laboratorium sampah tersebut. Hal ini sekaligus membantu program Bantul Bersih Sampah di tahun 2025.

“Ini coba kita tuntaskan, kita kuatkan ekosistem hulu sampai hilir seperti apa. Karena orang ini butuh contoh yang konkrit, kemudian dari pengelolaan ini apa untungnya,” jelasnya (ers/bid)