Banyak Aduan Diterima di Posko PPDB

SIGAP: Petugas Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di depan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menerima aduan dari wali murid, Selasa (14/6). (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dibukanya posko PPDB mulai ramai didatangi sejumlah peserta didik. Posko yang dibuka sepekan lalu ini telah menerima berbagai persoalan-persoalan. Seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terkait jalur afirmasi, masalah data Administrasi Kependudukan (Adminduk) terkait jalur domisili, dan masalah penambahan nilai terkait jalur prestasi.

Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menjelaskan, Posko PPDB tersebut melayani secara menerus sejak 6 hingga 22 Juni mendatang. Dari pukul 08.00 – 14.00 WIB. Menurutnya, selama ini posko tersebut selalu dikunjungi dari pagi hingga siang hari.

“Posko PPDB ini memang membantu masyarakat apabila ada hal-hal yang masih belum jelas, belum paham, ingin konfirmasi dan klarifikasi. Selama ini memang ada terus ada datang sejak pagi hingga siang,” ujarnya, saat ditemui dikantornya Selasa (14/6).

Menurutnya, presentase aduan yang paling besar adalah terkait jalur afirmasi. Yakni untuk mengkonfirmasi, apakah datanya telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau tidak.

“Prosentase yang lebih besar biasanya untuk mengecek NIM yang ada di DTKS. Untuk mengetahui apakah termasuk keluarga miskin atau tidak, ini kaitannya dengan konfirmasi DTKS atau jalur afirmasi,” paparnya.

Mengenai aduan tentang belum masuknya data dalam DTKS, pihaknya menyarankan untuk menghubungi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Selain bekerja sama dengan Dinsod, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul.

Lanjutnya, terdapat pula aduan terkait masalah data Adminduk. Terkait dengan konfirmasi domisili, data usia dan NIK. Aduan berdomisili dari Bantul asli namun sekolahnya di lain tempat, maka pihaknya berpacu kepada Data Adminduk.

“Ada yang tanya, saya ini orang Bantul asli tapi sekolahnya tidak di Bantul, tetapi di Kota Yogyakarta. Kalau mau daftar Bantul bagaimana. Kita membasiskan Adminduk, jadi kalau basisnya di Bantul tidak ada masalah,” jelasnya.

Posko yang menyasar secara umum, baik wali murid atau siswa ini juga memberikan informasi tentang PPDB secara keseluruhan. Tidak hanya dari Bantul, namun juga di luar wilayah seperti Gunungkidul.

Pihaknya menjelaskan, sebelum adanya Posko di halaman dinas, di setiap sekolah pun memiliki loket atau informasi mengenai PPDB. Namun menurutnya, selain disekolah ia pun berkomitmen melayani PPDB dengan baik. Untuk itu pihaknya membuka posko PPDB.

“Sebenarnya PPDB itu kan disekolah. Kami yang menaungi sekolah-sekolah itu, karena kami juga punya komitmen agar semuanya lancar dan masyarakat terlayani dengan baik, maka kami membuka posko layanan,'” jelasnya. (ers/bid)