GABUNG dalam sebuah klub motor sebagai bikers biasanya identik dengan laki-laki. Tetapi kaum wanita ternyata cukup banyak yang ikut bergabung menjadi bikers. Salah satunya adalah Risma Suci Ari Triani yang sudah menjadi lady bikers sejak duduk bangku SMP kelas 3.
Dara yang tergabung Owner Supra Pemalang Club (Ospec) itu mengaku, ketertarikan di dunia bikers bermula iseng naik motor. Padahal, saat itu belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
“Awalnya cuma iseng-iseng karena suka naik motor, tapi itu dulu waktu masih SMP kan belum dapet SIM. Jadinya, berawal boncengers,” ucap Risma, sapaan akrabnya, Senin (20/6).
Bagi dia, dunia bikers merupakan hal unik. Sebab, bisa bertemu banyak teman dari luar daerah yang belum pernah ia kunjungi.
Perempuan kelahiran Kabupaten Pemalang itu pun memiliki berbagai pengalaman sejak bergabung menjadi lady bikers. Di antaranya belajar organisasi dan mengenal budaya daerah yang pernah ia sambangi.
“Banyak, enggak kelar kalau disebutin satu persatu. Terutama saya bisa ikut organisasi, bisa datengin tempat yang belum sama sekali aku datengin. Ternyata, disitu bisa lihat budaya baru, teman baru, makanan baru, hingga bonusnya doi,” ujar Risma sambil tersenyum.
Saat ditanya terkait stigma anak bikers dipandang sebelah mata, perempuan kelahiran Januari 96 mengatakan, menjadi bikers perlu mengikuti acara kegiatan sosial, taat berkendara dan tidak arogan di jalanan. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu cara untuk mematahkan stigma masyarakat yang memandang sebelah mata.
“Tergantung sih ya lihatnya dari sudut pandang mana dulu. Tapi kalau aku pribadi, menyingkirkan stigma itu bisa dilakukan dengan cara ikut berpartisipasi di acara sosial, taat berkendara, dan tidak arogan di jalan,” ucapnya.
Risma juga menjelaskan cara menyakinkan orang tua dengan memperkenalkan klub motor secara pelan-pelan. Meskipun, ia merasa kesusahan saat memperkenalkan kepada orang tuanya.
“Dulu waktu awal itu agak susah sih ya. Karena, mungkin dilihatnya kok cowok semua. Padahal, banyak juga cewek suka dunia bikers. Berawal dari perkenalan dulu ke keluarga apa itu club, apa enaknya di club, aman enggak sih clubnya untuk anak saya. Pelan-pelan akhirnya orang tua mulai yakin, bahwa anaknya baik-baik saja,” jelasnya.
Selama menjadi lady bikers, ia sempat touring ke Pulau Dewata sebanyak dua kali dengan mengendarai motor kesayangannya. “Duh nanti dikira sombong, padahal banyak yang lebih jauh daripada aku. Tapi ini cuma share saja, touring yang berkesan bisa ke Bali dua kali pakai motor dengan jarak 2 minggu. Itu sih yang masih belum bisa dihilangkan rasa terkesan di otak dan di hati pengin lagi,” ucapnya. (dik/gih)










